wisata kuliner di Jakarta

December 15th, 2008 by arcnet-84

1. Gado-gado Bonbin
Jalan Cikini IV No. 5, Jakpus
Telp
Resep olahan Oma sejak 1960 : irisan lontong, potongan kol, bayam rebus, tahu, toge serta separuh telur rebus. Lantas disiram denga saus kacang yang pekat dan ditaburi emping melinjo serta krupuk udang ukuran besar. Menu lain, cendol dan asinan betawi.

2. Cilantro Asian
Bistro & Lounge
Level 46, Wisma 46 Kota BNI, Jl Jend. Sudirman Kav. 1, Jkt
Telp
Asal tidak takut ketinggian, bisa menyantap tom yam goong sembari dikelilingi suasana Jkt yang terletak 200 meter di bawah. Nikmati juga menu Thailand poo op modin, serta dim sum di pagi hari atau menu High Tea yang cuma tersedia hari Senin sampai Jumat, dari pk 14.00 sampai 18.00

3. Sate Maranggi Bu Yayah
Jalan Laboratorium No. 3, Komp. PLN Duren Tiga, Jaksel
Telp
Menu utama, sate kambing dan sate sapi. Menu lain, oseng daun singkong, macam-macam pepes, sayur asem dan sop daging.Berbeda dengan versi aslinya di Plered, Purwakarta, penyegarnya memakai tomat danirisan bawang. Dagingnya empuk dan harum, saking empuknya seperti daging kambing muda, begitu pula aroma bumbunya juga harum.

4. Ayam Bakar Taliwang Bersaudara
Jl Panglima Polim IV No. 125, Jkt
Telp
Satu porsi ayam bakar taliwang berupa seekor ayam kampung utuh berukuran mini dengan bobot sekitar 300 sampai 400 gram saja, lebih dari itu, ayam akan terasa alot. Meskipun banyak menggunakan cabai, sentilan pedas ayam bakar ini lembut saja terasa di lidah. Untuk penikmat pedas, ada ayam plecing, yang rasanya lebih pedas.Menu pengiring, plecing kangkung, yang kangkungnya didatangkan dari Lombok, serta menu beberuk terong, yang mirip karedok, juga ada menu sate pusut, sate khas Sasak, berupa campuran kelapa setengah tua dan daging serta dibumbui dengan kemiri,daun jeruk, cabai dan garam.

5. Ayam Tulang Lunak
Hayam Wuruk
Pondok Indah Plaza I Blok UA No. 39.
Awalnya ada di kedai ayam tulang lunak di Jl Hayam Wuruk, Denpasar.Menu andalan sudah pasti ayam presto, selain ayam ada juga bebek dan bandeng presto. Kalau doyan ayam, pilih aja Ayam Goreng Crispy, Ayam Bakar atau Ayam Goreng Telur Asin. Jangan lupa, habisi pula tulang-tulangnya yang lunak digigit.

6. Bubur Kwang Tung, Seafood ala Hongkong
Jl Pecenongan
Menu andalan, bubur kepiting. Bumbunya hanya pakai garam dan kecap asin, nggak pake merica dan micin. Ada menu yang nggak terdaftar, tapi banyak dipesan, yaitu Kepiting Tumis Telur Asing, nah lu, kok bisa banyak yang tahu ya??? Padahal nggak ada di daftar menu…..

7. Bakmi Mbah Mo
Jl Fatmawati
Merupakan waralaba bakmi jawa Mbah Mo, Bantul, Yogyakarta. Menu andalan, bakmi godog, dengan kuah yang kental dengan campuran kemirinya sangat terasa,menjadikan kuah terasa lezat dan gurih. Minumnya…. .bisa pilih wedang jahe atau wedang ronde.

8.Warung Ayu
Taman Pura Aditya jaya, Jl Daksinapati Raya No. 10, Rawamangun, Jaktim
Telp
Mencari masakan khas bali??? Nasi campur bali??? Cobalah sajian Pura Aditya Jaya Ini. Ada tiga kios yang menjual masakan bali di halaman pura tsb, meski begitu kios milik I Gusti Ayu Taman bisa menjadi pilihan. Jika hari biasa orang datang ke warungnya untuk mencari babi panggang, pada hari Minggu menyediakan babi guling yang disajikan utuh, kue-kue ala Bali dan lawar merah. Menu pilihan lainnya yang bukan babi, adalah serombotan yang mirip dengan urap, telengis atau pepes blondo, ayam sambal mentah, sayur nangka kuah serta sate lilit ikan.

9. Restoran Cavana
Plaza Semanggi
Restoran waralaba berkonsep easy dining dengan menu andalan Classic Wings. Ayamnya juicy, tidak kering. Menu ayamnya tidak hanya digoreng tapi bisa juga direbus, dipanggang, dengan aneka pilihan bumbu seperti, bumbu thai, black pepper atau curry sweet and sour.

10. Kedai Tiga Nyonya
TIS Square, Jl MT Haryono Kav. 8 Tebet,
Jaksel Telp
Rindu masakan rumahan yang rasanya tidak aneh-aneh??? Coba sambut tawaran menu dari Kedai Tiga Nyonya ini. Menu andalan adalah ikan bakar pecah kulitdengan pendamping kangkung belacan yang nikmat disantap dalam kondisi panas.Menu masakan rumahan yang lain, seperti ngoh hiang, nasi goreng belacan (terasi)atau soka salad mangga sebagai pemancing selera. Minumannya, ada beberapa pilihan seperti es kelapa muda sirsak, es lobi-lobi atau es cingteng yang merupakan paduan kurma China, lengkeng lotus ship dan ginkgo dicampur menjadi satu. Untuk dessertnya, boleh dicoba pisang bakar berbalut cokelat dan keju yang crispy atau es duren madurodam serta menu es krim jadoel beraneka rasa yang home made. Sambil bersantap nikmati juga koleksi barang antiknya, seperti foto tiga perempuan dalam kebaya China yang menjadi ikon kedai ini, ada juga cermin besar, batu giok sertapernik- pernik dekorasi lainnya.

11. Riung Sari
Jl Juanda, depan Kantor Sekretariat Negara.
Dari namanya, jelas restoran ini menghidangkan masakan Sunda. Dengan konsep front kitchen, menu andalannya adalah ikan gurame bakar dan goreng, cumi bakar dan ayam bakar cabe hijau dengan sambel khas Riung Sari. Pas beruntung, bisa foto bareng dengan artis Titi Kamal, si pemilik restoran ini.

12. Konopizza
Mal Kelapa Gading, Lantai Dua
Mau coba makan pizza yang mirip es krim contong???? Mampir aja ke Mal Kelapa Gading lantai dua! Sepotong pizza tidak lagi disajikan di atas loyang dan harusdisantap sambil duduk manis di samping meja. Sebaliknya adonan toping pizza ditempatkan di atas kulit roti yang mirip tempat es krim dan sudah bisa siap dengan waktu lima menit. Cocok untuk yang punya mobilitas tinggi.

13. The Affair
Apartemen Permata Hijau, Jakarta
Affair tak selalu berkonotasi negatif, apalagi jika melakukannya di sebuah restoran yang menyediakan koneksi internet gratis. Bahkan bisa bebas melakukan affair sambil menyantap ikan cod yang direndam dengan sake dan saus Jepang. Menu andalan, chillie cheese tomato toast panini, angel hair pasta with chillie, tobico and mirin, garlic potatoes with marjoram serta gindara with sake and soy.

14. Kopitiam
Lobby Tower Azalea, Apartemen Garden Mediterania Residence,
Tanjung Duren
Belum pernah menikmati sarapan dim sum siap saji dengan kemasan praktis????? Kedai kopi Oriental ini tampil beda dibandingkan dengan warung-warung berlabel Kopitiam di Singapura atau Malaysia. Menu dim sum merupakan menu andalan,menu tambahan, bubur telur pitan, nasi tim, hainan chicken rice sebagai menupenyeimbang. Tentu saja, bagi penggemar kopi masih bisa menikmati caffe latte,cappuccino, hot choco danblack coffe.

15. Sop Ikan Resto
Khas Batam Ruko
Jl Boulevard Raya Barat, Kelapa Gading
Restoran dengan gaya interior minimalis modern dan dapur terbuka ini menyajikan deretan menu khas Kepulauan Riau, antara lain, sop ikan, bawal teluk pulai steam atau goreng. Sop ikannya tidak amis, bahkan terasa manis, gurih dan asin, karena aroma rempah seperti jahe, serai dan kedelai yang ditumbuk halus plus ikan yang segar.

16. Thai Village,
Sharksfin Restaurant
Sona
Topas Tower, Lantai 21, Jl Jend. Sudirman Kav. 26
Telp
Penggila sirip ikan hiu pasti puas! Sirip ikan hiunya dihidangkan cukup besar, tidak diiris-iris seperti di restoran lain, disajikan dalam bentuk sop kuah kental, dicampur dengan kepiting, irisan cumi, ayam, kecambah besar serta daun ketumbar sebagai penyedap aroma. Ada dua jenis pilihan sambal, ada yang ala China yaitu cabe dirajang plus kecap asin atau sambal ala Thai yang berwarna hijau muda dan berasa asem banget.

17. Restoran Kyoka
Bapindo Plaza Lantai 27, Jl Jend. Sudirman
Menu unggulan adalah kaiseki ala raja Jepang tempo doeloe. Sebagai minuman pendamping, bukan sake, tetapi shochu yang terbuat dari ubi fermentasi. Yang perlu diingat, penikmat hidangan kaiseki, harus meluangkan waktu cukup panjang, karenahidangan fine dining ini memakan waktu hingga empat jam untuk dinikmati. Selain kaiseki, maguro sushi (ikan tuna), toro sushi (ikan toro), California Roll (nasi sushi ikan dibungkus rumput laut kering) dan chirasi sushi yang menggunakan ikura ( telur ikan salmon) menjadi favorit pencicip yang mampir ke restoran ini.

18. Restoran Paparazzi
Plaza Indonesia, Lantai Dasar
Sepintas gaya dan konsep restoran ini, tak jauh beda dengan restoran Paprazzi di Kuta, Bali, yang mengarah pada konsep modern Australia. Menunya, khas restoran di kawasan Sydney dan Melbourne, seperti risotto, steik dari beef tenderloin, portable mushroom risotto-grana- truffle oil, yakni nasi tim butiran besar khas Italia yang dihiasi dengan lembaran keju, atau mencicipi menu unggulan, parmesan crusted sole (ikan sebelah) yang dihidangkan bersama masakan daun bayam dan saus lemon. Jika doyan makanan pembuka jenis kuah atau krem, bisa pilih lobster isque fresh musselscrusty bread.

19. Restoran Takigawa
Jl Panglima Polim X No 10P, Melawai,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp
Penikmat kuliner yang selain ingin menikmati masakan khas Jepang juga ingin menikmati suasana musim gugur di Jepang, boleh mencoba restoran ini. Menu andalannya adalah kamameshi, nasi bakar Jepang yang berkerak. Beras Jepang yang dimasak dengan air kaldu ikan selama 20 menit diberi bubuk cabai kering Jepang, sehingga beraroma dan rasa yang kuat. Nasi dimasak dalam wadah yang terbuat dari aluminium yang dipesan langsung dari Jepang. Tambahan lain dalam kamameshi dapat pula berupa gomoku (salmon, scallop, udang ayam), tori (ayam, telur), takigawa (belut, kepiting, udang, salmon, scallop, ayam) atau unagi (belut).
Menu unggulan lainnya, kushiyaki (sate Jepang) yang proses pembakarannya diberi sake sehingga aroma dan rasanya menjadi gurih. Atau boleh dicoba fhusion sushi roll, nigiri sushi serta sashimi. Jangan lewatkan makanan
pembukanya, wakame salad.

20. Warung Bakudapa
Bali Splash Area, Kemang,
Jakarta
Penggemar makanan khas Manado bisa berburu ke warung modern ini. Beberapa menu, seperti sop buntut, dendeng balado, nasi campur, bubur manado sampai tempe penyet boleh dicoba. Sop buntut Bakudapa menjadi sop buntut favorit di Bali. Lho…kok…di Bali???
Memang, warung ini merupakan cabang Bakudapa yang di Bali.. Sambalnya, yang disebut sambel mata lumayan ‘menantang’, Cabe, bawang merah dan bumbu lain tidak diulek, tapi dicacah. Jadilah, sambel mentah yang gurih.

21. Burger Blenger
Jl Lamandau IV, Kebayoran Baru, Jaksel
Burger dan hot dog di kedai ini tampil dalam porsi besar dan olesan mayonnaise yang terbilang royal.. Di kedai ini cuma ada empat menu makanan, yaitu cheese burger, beef burger serta chili dog dan cheesy dog, kedua terahir ini merupakan aplikasi resep dari Jerman. Menu andalannya adalah cheese burger, satu porsi cheese burger ala Burger Blenger ini memang benar-benar bikin mblenger kekenyangan. Selain ukurannya heboh, sayuran dalam cheese burger ini tampak agak berbeda, timunnya adalah kyuri atau timun Jepang segar, bukan timun yang diasinkan, selada air atau selada keriting diganti dengan letuce, sehingga jika
digigit lebih crispy.

22.Restoran Excito
Hotel Spark
Buat pecinta sea food, restoran ini menjanjikan sesuatu yang baru dan segar, yaitu appetizer sea food. Dari 70 item makanan dalam daftar menu, 90% nya merupakan sea food yang dihidangkan dengan penyajian konsep Barat lewat paket buffet dinner.
Menu pembuka yang wajib dicoba, smoked salmon, sea food lobster dan sea food kepiting yang semuanya diolah ala rebus agar kandungan gizinya tidak berkurang dan tentu saja terlihat lebih segar.

23. Lara Djonggrang
Jl Cik Di Tiro No. 4, Menteng, Jakarta Pusat
Ingin mencoba pengalaman menyantap hidangan yang konon pernah disantap Raja Hayam Wuruk?
Menurut siempunya restoran, Raja Hayam Wuruk yang memerintah Kerajaan Majapahit, melakukan ekspedisi menyusuri tempat-tempat di tanah air selama 10 bulan dan selama itu menikmati perpaduan hidangan “inggil” kerajaan dengan masakan khas masyarakat di tempat-tempat yang disinggahi. Hidangan tersebut kini tersaji di Lara Djonggrang, restoran yang didesain mirip museum ini, membuat penggemar kuliner seolah-olah berada di awal abad ke-14. Merujuk ke buku menu dengan ukuran besar dan berat, sebagai hidangan pembuka, Udang Swarloka, bola udang renyah yang disajikan di wadah unik berbentuk kerang merupakan menu spesial yang harus dicoba. Sedangkan menu utama berupa hidangan laut, sebut saja, Pasar Ikan Nelayan Kampong Tugu yang merupakan campuran hidangan laut segar bakar atau rebus, seperti udang, cumi, kerang dan kepiting.. Juga, ada Rajungan Bumbu Rujak khas Tuban, Kare Udang Kipas khas Kepulauan Seribu atau Kerang Hijau Saos Rendang khas pesisir Padang. Sambal yang menemani hidangan ini, bisa dicoba sambal terasi, sambal matah khas Bali atau sambal lombok ijo. Yang tak kalah unik adalah beragam nasi dari seluruh nusantara yang kini nyaris terlupakan. Ada nasi dengan masakan khas masyarakat di tempat-tempat yang disinggahi. Hidangan brongkos khas Demak, nasi merah, nasi kunyit dan nasi jagung. Nasi jagung di restoran ini, tidak seperti layaknya nasi jagung khas Madura yang menggunakan jagung keras, tetapi menggunakan beras pulen yang dicampur butiran jagung rebus yang empuk.

24. Penangbistro
Kebon Sirih Raya, Jakarta
Untuk penggemar masakan khas negeri jiran Malaysia, restoran ini bisa menjadi salah satu pilihan. Dengan interior bernuansa modern kontemporer, Penangbistro menyajikan masakan khas daerah Penang, yang terkenal dengan paduan cita rasa empat budaya, yaitu Malaysia, China, India dan Portugis. Tak heran, jika dalam daftar menunya bisa didapatkan, roti canai chicken curry ala India, sea food steamed ikan garoupa otak-otak, mango chicken, nasi lemak penang, prawn mie, sate ala Malaysia, kerabu ebi mangga,Malay seafood mie, atau nasi nyonya yang gurih lengkap dengan kare ayam dan sambal ikan bilis. Sebagai hidangan pembuka, ada penang rojak atau salad khas Penang, sedangkan menu penutupnya, ada pulut hitam dengan es krim.

25. Restoran Dante
Jl Dharmawangsa Raya, Jaksel
Jika kebetulan Anda doyan dengan masakan oriental, bisa memilih menu andalan berupa kwetiauw atau nasi siram sapi lada hitam, nasi ayam canton, mie goreng ala Hongkong, nasi goreng yong chow dan aneka dim sum. Sedangkan minuman andalan restoran ini adalah minuman serba madu yang disebut flavour hony, dimana semua aneka jus menggunakan pemanis madu, sehingga rasanya lebih
enak.

26. Restoran Tofu
Dharmawangsa Square, Jakarta
Restoran serba tahu!
Maksudnya bukan serba mengetahui, tetapi tahu yang umumnya diolah menjadi penganan seperti tahu pong, tahu isi atau pepes tahu. Menu favorit, tofu meteor, berasal dari tahu, udang dan ayam yang dilumatkan dan dibumbui, lumatan itu lalu dibungkus dengan kulit lumpia dan digoreng, terus dihidangkan dalam tatanan yang mirip kobaran api layaknya meteor.. Lainnya? Ada hot pot tofu and crab meat, menu ini disajikan dalam mangkuk yang dibakar dan berisi daging kepiting, udang, jamur, ikan dan sayur dengan kuah kental. Ada lagi, mapo dou fu, tahu pedas dengan taburan daging cincang dicampur dengan bawang Bombay, jamur dan cabai merah, rasanya spicy. Serta, claypot tofu garlic and spinach, prawn tofu soup dan stirfried beef with tofu. Hidangan pembukanya boleh dicoba silken tofu salad, sedangkan penutupnya blue smoothies, minuman yang beraroma kulit jeruk, dengan bahan sari tahu sutra, sirup blue curacao dan whipping cream.

27. Saung Grenvil
Kompleks Grenvil Blok AV-12A, Jakarta Barat
Telp
Kedai ini menawarkan 200 macam menu masakan dari empat jenis makhluk laut, yaitu varian dari udang, kepiting, ikan dan kerang. Sebagai makanan pembuka, ada kerang rebus atau udang api-api rebus, udang berukuran sedang ini tampak bersemu merah dan disajikan dalam piring kecil beralaskan daun pisang. Sambal untuk menemani makanan pembuka ini ada dua macam, yang satu berupa sambal cocol biasa, yang lainnya campuran cabai, nanas dan gerusan kacang yang merupakan sambal khas pantai timur Sumatra. Menu yang paling banyak dicari adalah kepiting lada hitam dan saus padang, karena rasanya pedas, juga menu udang goreng mentega, rasa udangnya gurih bercampur manis karena waktu dimasak ditambahkan madu. Untuk minuman penggelontor makanan tersebut, tersedia es markisa atau es terong belanda.

28. Soto Bu Tjondro
Jl Pondok Cabe Raya 50B, Tangerang
Telp.
Penggemar soto merupakan komunitas yang memiliki banyak pilihan. Maklum,banyak citarasa soto khas dari beberapa daerah. Soto bening ala Yogyakarta sudah pasti berbeda dengan soto betawi yang sarat santan. Soto Kudus berisi irisan ayamlain rasanya dengan coto Makassar. Soto khas Solo biasanya berupa soto daging sapi.
Tapi, di kedai Soto Bu Tjondro, akan kita dapatkan soto Kudus yang diracik orang Solo. Sesuai dengan nama kedainya, menu soto tentu saja menjadi hot item. Soto bikinan buTjondro yang asli Solo ini merupakan jenis soto Kudus, sotonya hadir dalam mangkuk yang cukup besar. Isinya padat, ada soun, suwiran ayam yang royal,toge pendek serta kuah bening. Itu adalah soto versi biasa, soto spesialnya dibedakan dengan mengimbuhi kentang tipis yang digoreng garing serta sebutir telur pindang.
Telur pindang bikinan Bu Tjondro sedikit berbeda dengan telur pindang lain, telurnya sangat tanak dengan warna cokelat menyelimuti, serta kuning telur yang berwarna tua.Rasanya manis, sebenarnya telur tersebut adalah telur gudeg. Aksesori makan soto juga tersedia, seperti tempe dan tahu bacem, sate ati ampela, sate kerang, sate telur puyuh, sate babat, serta sate limpa, juga berbagai macam kerupuk, seperti rambak dan karak.

29. Warung Daun
Jl Wolter Monginsidi No. 41, Jakarta
Telp.
Warung Daun menyodorkan pilhan beragam menu masakan Sunda. Menu andalan adalah olahan gurame, sambal ngebul dan nasi liwet. Yang unik, lalapan di sini merupakan sayur organik dan masakan dibikin tanpa vetsin.
Nasi liwet disajikan di dalam kastrol atau ketel, khas cianjuran, dalam keadaan mengepul seperti baru diangkat dari kompor. Saat penutup kastrol dibuka, tampak teri masak yang ditaruh di atas potongan daun pisang. Sebagai lauknya, bisa memesan olahan gurame, ada beberapa pilhan, dari gurame goreng sampai gurame tumis pete,namun andalannya adalah gurame saus mangga. Sedangkan untuk lalapan, dipakaibahan baku sayur organik, penampilan lalapan organik tidak berbeda dengan lalapan biasa, hanya rasanya yang berbeda. Kemangi organik rasanya lebih pedas dari yang biasa, timunnya juga lebih segar dan lebih banyak mengandung air. Jangan lupa mencocol sambalnya yang istimewa, sambal khas Warung Daun. Sambal ini diantarkan dalam cobek tanah liat yang ditutup, tutup cobek akan dibuka di depan pemesan, lantas, asap dengan aroma terasi yang kuat mengepul dengan bebasnya. Tak heran, kalau sambal yang berhias daun kemangi serta irisan daun bawang ini disebut sambal ngebul.

30. Sandwich Bakar
Jl Pesanggrahan Raya No. 168, Jakarta Barat
Telp.
Sandwich selalu banyak penggemarnya. Barangkali lantaran praktis dan gampangdibawa. Bagi penggemar sandwich, bisa mencoba sandwich bakar. Bentuknya, seperti lazimnya sandwich, ada roti, ada sayur, ada daging atau ikan atau ayam, keju plus mayonnaise, tapi sisi-sisi luar roti itu gosong kecoklatan bekas dipanggang. Alhasil, jadilah hidangan yang kompromis antara selera Indonesia dengan gaya barat. Varian menu sandwich bakar yang banyak dipesan adalah chicken lada hitam dan beef lada hitam. Pengantar makan sandwich di sini bukan soft drink, juice atau lemon tea, tapi adalah wedang ronde atau wedang sekoteng.

31. Brasserie Madaleine
Lantai 2 Arcadia Plaza Senayan
Restoran ini memang memanjakan penggemar makanan Perancis. Di negara asalnya, Brasserie Madaleine terkenal sebagai pusat jajanan bergaya kasual khas Perancis. Restoran ini siap dengan sajian ala carte untuk makan siang maupun makan malam.
Dari segi cita rasa, masakan Perancis di resto ini tergolong otentik, termasuk menu pembuka favorit seperi escargots de bourgogne, sejenis siput dengan kuah pekat asin dan gurih. Menu tradisional Perancis juga mengenal salad yang disiram dengan keju kambing hangat. Untuk menu utama, tinggal pilih menu serba daging, sayuran, pasta atau hidangan laut. Tak ketinggalan, menu andalan, steik tartare specialite du chef, yaitu daging sapi cincang dengan saus tartar, magret de canard au vinaigre de framboise(dada bebek dengan cuka raspberry). Penggemar hidangan laut bisa mencoba crepe saint-jacques yakni sajian ikan, kerang dan udang dalam veloute ikan dibalut kulit tepung tipis. Sebagai sentuhan terakhir, resto ini menawarkan hidangan penutup antara lain, crème bulle (hidangan penutup khas Perancis), pie apel alsaciennedan crep suzette (kulit tepung tipis khas Perancis) dan saos prange grand marnier.

32. Asinan Kamboja
Jl Taman Kamboja No.10 Rawamangun
Telp.
Untuk penikmat kuliner yang mencoba berburu light meal, bisa mampir ke tempat ini. Kedai asinan ini menawarkan dua jenis asinan, yaitu asinan sayur kuah kacang serta asinan buah yang pedas. Rasa asinan di kedai ini sangatlah khas betawi. Komponen asinan sayurnya sih biasa saja, ada kol, selada, timun, toge yang semuanya masih dalam keadaan segar. Plus beberapa irisan tahu putih ala Mampang. Bedanya ada pada kuah yang disiramkan pada sayuran tersebut. Jika umumnya asinan memakai kuah cuka pedas yang encer dan bening, asinan di kedai ini menggunakan kuah bumbu kacang berwarna cokelat kemerahan, maklum saja, kuah tersebut juga sudah dibubuhi cabai. Untuk pelengkapnya, tak ketinggalan krupuk mi berwarna kuning, serta beberapa krupuk kanji.

33. Pondok Ikan Bakar Ujungpandang
Jl Radio Dalam No.14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Saat mencicipi ikan bakar ala Ujungpandang di Jakarta Selatan ini, kita memang harus rela sesekali tersabet asap dari pembakaran. Menu andalan pondok ini memang ikan bakar, dalam daftar menu yang disodorkan ada beberapa pilihan ikan, seperti baronang, kue, bawal putih, ayam, kerapu, bandeng dan pecah kulit. Olahannya tersedia dalam tiga cara yakni bakar polos, rica atau parape. Ikan bakar polos bumbunya lamat-lamat namun lebih dominan asin; rica lebih berasa pedasnya, dan parape cenderung manis. Olahan yang sering dipesan adalah ikan bakar polos, sedangkan ikan baronang merupakan menu ikan wajib tersedia di kedai ala Ujungpandang. Menikmati ikan bakar ala Ujungpandang belum puas jika tidak mencoba semua varian sambalnya, yaitu sambal terasi dengan mangga muda dalam cobek kecil, sambal tomat kemanggi, sambal petis, sambal bawang putih, serta sambal rica. Semua varian sambal tersebut merupakan sambal khas Makassar. Minuman yang khas di sini adalah es kelapa muda, sebutir kelapa muda denga es tentulah menyegarkan setelah mulut dihajar beragam sambal Makassar.

34. Lao Ta
Jl MH Thamrin, Kompleks Ruko Plaza Menteng Blok C11-12, Lippo Cikarang
Telp.
Bubur Steamboat & Seafood Specialist.

35. Kedai Cemara
Perempatan Tanjung Duren Barat
Ayam bakar…gurihnya ayam jantan bakar.

36. Restoran Laut Sulawesi
Simprug Gallerry, Jl Teuku Nyak Arif No.10, Kebayoran
Lama Menu seafood ala Makassar berbumbu pekat. Menu andalan, olahan ikan bawal bintang, caviar ikan tuing-tuing dan kepiting lada hitam plus sambal petis.

37. Kedai Sate Bang Wahab
Jl Imam Bonjol No.47, Tangerang
Sate kambing tanpa tusuk sate berbumbu kacang serta sop kambing.

38. Hilltown Steak
Jl Wijaya IX (dekat Taman Wijaya), Kebayoran Baru
Kedai steak kaki lima, guyur saus sepuasnya.

39. Sate Ayam Haji Romli
Seberang RS Pusat Pertamina, Jl Kyai Maja, Kebayoran Baru
Ueenak banget, potongan daging ayamnya besar, empuk dan bumbunya meresap.

40. Pondok Lauk
Jl Baharudin No. 34A, Tangerang
Telp ,
Menu yang banyak dicari orang, hotplate seafood, cumi bakar, serta kepiting saus padang .

41. Kedai Ayam Goreng
Jl Leuser F3/42
Telp
Kedai ayam tanpa papan nama, gurihnya ayam goreng dan segarnya sayur asem mencirikan masakan khas Solo. Untuk minumannya, boleh dicoba minuman“Pelangi” , berupa campuran air kelapa, sirop, serutan kelapa muda, nata de coco
danperasan air jeruk.

42. Seafood SMS
Jl Pluit Putra Raya A1, Jakarta Utara
Telp
Menu paling favorit adalah kepiting telur SMS (Sedap Murah Segar) dan ikan kuwe bakar dengan sambal SMS nya. Untuk anak-anak, boleh dicoba kepiting asap.

43. Ayam Bakar Kalasan Mas Mono
Jl Tebet Raya 57
Telp ,
Cobalah sepiring nasi putih hangat, ayam bakar legit plus sedikit sayur sambal merah bikinan Mas Mono.

44. Pondok Ikan Bakar Khas Kalimantan
Jl Raya Tapos No.1, Cimanggis, Depok
Telp
Nikmatnya menyantap ikan patin bakar dalam bambu dan sup gurame segar.

45.. Dapoer Ciragil
Jl Ciragil I No.21, Kebayoran Baru
Telp
Menu bernuansa Jawa dengan atmosfer Bali. Menu utama adalah ayam bakar manis dan bebek goreng renyah.

46. Sop & Sate Kambing Estu Rame
Jl Tebet Barat Dalam, depan Pasar Tebet, Jakarta Selatan
Telp
Yang khas dari sop kambing ini, kulit luar daging kambingya dibuang dan campurankuahnya menggunakan susu impor agar rasanya nggak basi.

47. Warung Bu Bandung
Jl Cipinang Jaya 1B, belakang Hero,dekat pertigaan
Telp
Warung Sunda tanpa saung. Banyak orang menyambangi warung ini untuk menyantap empal khas Sunda, yaitu empal gepuk (karena digepuk dengan martil) dan mencoba sambal terasi Bu Bandung. Boleh dicoba juga menu pepes ikan mas dankepala ikan mas goreng.

48. Ulliko
Jl Boulevard Raya QA 3 No.12, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Telp ,
Kedai ini khusus memanjakan penggemar durian dengan menyediakan camilandurian, seperti, kue sus durian, serabi kuah durian dan ketan durian termasuk minumannya jus durian.

49. Steak Art & Curio
Jl Kebon Binatang III/8
Telp
Menikmati steak Eropa dengan suasana restoran zaman baheula. Menu utama adalah Steak Art & Curio, steak beef yang disajikan dalam sebuah piring seng, plus acar bawang.

50. Restoran Padang Citra Rasa
Jl Kapten Tendean No.12B, Jakarta Selatan
Telp
Menu masakannya memakai cara olahan khas Sumpur (nama desa di wilayah Kabupaten Tanah Datar, berjarak 140 km dari Padang). Rasanya disesuaikan dengan lidah non Minang. Salah satu andalan Citra Rasa adalah berbagai menu singgang(merupakan cara masak khas Sumpur dengan menggunakan daun pisang sebagai alas wajan) antara lain,singgang kerang, ayam jamur, ikan teri dan daging. Menu khas lainnya, ayam top kas Citra Rasa (bukan ayam pop) dan pangek sungkur (seperti masakan asam pedas dan tidak bersantan).

51. Ponderosa Steak House
S. Widjojo Building, Jl Jenderal Sudirman
Kelezatan steak yang dibakar dengan sauce memanjakan selera makan. NamaPonderosa diilhami dari nama sebuah rumah dalam film Bonanza yang diputar TVRI tahun 70-an.

52. Omah Sendok
Taman Mpu Sendok, Jl Senopati, Kebayoran Baru
Penikmat kuliner bisa duduk berbincang dan adu gagasan sambil minum kopi atau mengetik dengan laptop sembari melalap tahu cocol. Menu yang paling laris adalah soto tangkar, asli Betawi beserta minuman khas Betawi, bir pletok.

53. De Plum Bistro
Jl Kemang, Jakarta Selatan
Ingin menikmati menu nyonya laksa Malaysia dengan ditemani teh tarik? Cobalah nikmatnya bersantap makanan otentik Malaysia di sini, seperti, kuih pie tie, prawn in sarong, mi siam dan nasi lemak.

54. Soto Jakarta Pak Yus
Jl Teuku Umar No. 2, Menteng, Jakarta Pusat
Nikmatnya berkeringat makan soto Betawi di kawasan Menteng.

55. Restoran Sari Chan
Jl Pangeran Antasari, Kebayoran Baru
Menu khas masakan Jepang adalah shabu-shabu dan chicken cordon bleu. Sedangkanbagi penyuka mi, di resto ini ada menu mi goreng jawa rawit. Bagi penyuka nasi goreng, jangan lewatkan nasi goreng kepiting. Suka makanan berkuah? Cobalah
agedashi tofu!

56. Celcius Café
Plaza Semanggi
Memadukan masakan asli Thailand, local dan Eropa.

57. Rive Gauche
Jl Veteran I No.21, Jakarta Pusat
Telp
Cita rasa tradisional Bali dalam kemasan Eropa modern, tertuang dalam menu ikan bakar sambal mentah, bebek goreng khas Rive Gauche atau ayam bakar sambal Bali.

58. Rumah Makan Ibu Hj.Kokom
Jl KH Hasyim Ashari No.20, Cipondoh, Tangerang
Telp
Menu olahan yang banyak dipesan adalah ayam bakar dan gurame bakar, yang dimasak tanpa pakai penyedap, pakai bumbu kampung biasa, seperti kunyit, bawang merah, lengkuas dan sereh.

59. Café AN (Mr. Sangid ex Borobudur) – Special Sop Buntut
Jl Letjen. Suprapto, Komp. Cempaka Putih Permai Blok A4, Jakarta Pusat
Telp
Ngomong-ngomong soal sop buntut, pasti terbayang sop buntut di Bogor Café, HotelBorobudur. Yang satu ini adalah sop buntut buatan Pak Sangid, mantan koki di Hotel Borobudur.Rasa pedas dalam potongan buntut cukup menggigit, sensasi rasa justru akan makin mantap jika lidah menyeruput kuah sop yang segar.

60. Ayam Goreng
Tulang Lunak Ny. Nani S.
Jl H.Ten No.7A, Rawasari, Jakarta Timur
Telp
Ayam goreng empuk ala Bu Nani tanpa menggunakan panci bertekanan tinggi(presto) untuk memasaknya. Menggigit ayam, memanjakan gigi. Sebelum dibakar,terlebih dahulu ayam dimasak bersama santan kental, gula jawa dan bumbu-bumbu, sehingga ada rasa asin, manis dan pedas.

61. Vietopia
Jl Cikini, Jakarta Pusat
Penggemar masakan Vietnam boleh mencoba cita rasa asli Vietnam dengan suasana restoran-restoran sama seperti di negara asalnya. Menu yang cukup laris adalah Bo La Lotserta es kopi Vietnam, Ca Phe Sua Da.

62. Rumah Makan
Betawi Ibu Hj. Nurlailah
Jl Duren Tiga Raya PLN No.37, Jakarta Selatan
Telp
Kedai Hj. Nurlailah menyajikan menu andalan ayam goreng ala Betawi dan sop sapi.

63. Soto Ambengan Pak Sadi
Jl Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan
Kepulan asap dari semangkuk sup dengan cita rasa soto ayam Surabaya menyemburkan aroma khas rempah-rempah tradisional. Ciri khas soto ini adalahpoya, kerupuk udang dan bawang putih yang digiling menjadi bubuk.

64. Rumah Makan Pecel Madiun
Jl Ciater Barat Raya, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang
Bagi penggila nasi pecel, pecel Madiun bisa dijadikan pilihan. Ciri khas pecel Madiun adalah pada rasa jeruk di sambalnya, juga lauk tambahannya berupa jeroan.

65. Red Chocolate Culture
Mal Taman Anggrek
Kafe untuk coklat-mania. Semua makanan dan minumannya serba….cokelat.

66. The Bedroom
Commercial Building , Lantai 4, Kemang
Menu fusion Asia , Eropa dan AS yang daftarnya identik dengan istilah yang berhubungan dengan ruang tidur, seperti virgillussion, virgillada, blanket punch, the curtain, bedroom punch. Begitu pula konsep interior unik berupa belasan tempat tidur berkelambu putih (bale-bale) yang menggantikan fungsi meja dan kursi. Menu spesial adalah wet dream, gabungan keong dan anggur dalam escargout dan white wine.

67. Soto Madura H. Ngatidjo
Jl Biak No.58A, Roxy
Telp
Penggemar soto menyambangi kedai soto ini demi mengudap semangkuk soto Madura. Cicipi rasa jahe soto Ngatijo.

68. Restoran Sri Melayu
Jl KH Ahmad Dahlan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Menyantap kepala ikan ala Melayu Medan. Menu andalan yang lain, bubur ayam dengan telur pitan atau ayam rebus Hainan.

69. Mie Ayam Pak Tua
Jl Sapta Taruna I, Komplek PU Lebak Bulus
Untuk yang suka icip-icip mi, warung mi kaki lima ini layak dicoba.

70. Cavana Plasa Semanggi
Daging ayam utuh dalam berbagai menu masakan. Menu andalan yang sangat diminati ada empat, yaitu honey grill, red roast, Thai sauce dan steak daging ayam.

71. Lokananta
Jl Panglima Polim II no..2
Telp
Lokananta mengguyuri masakannya dengan rempah yang berlimpah. Nasi goreng sirloin dan sop buntut panggang menjadi menu pilihan utama..

72. Siomay Menteng
Pak ArisDepan
Bank Lippo, Jl HOS Cokroaminoto, Menteng
Banyak jajanan sepanjang Menteng. Salah satunya, coba kunjungi gerobak siomay di depan Bank Lippo.

73. Restoran Kamikawa
Sudirman Place
Berbagai cita rasa Jepang yang tidak lazim disajikan di kebanyakan restoran Jepang,seperti, age bukuro, pa-nagai, yakimeshi curry dan yakimeshi sakana.

74. Kedai Ibu Yanti
Jl PLN Duren Tiga No.11
Telp
Sop dan sate kambing ala Bu Yanti, segar dan empuk. Rasa sop kambingnya sedap,persis aromanya, rasa sedap ini berasal dari jahe, pala dan kayu manis yang tidak ditumbuk. Sebagai pelengkap rasa sedap jika disantap, ada sambal kacang khas ala Ibu Yanti.

75. Pempek Garuda
(dengan symbol huruf R kecil di sudut kiri)
Jl Garuda, Kemayoran Aroma tengiri di Garuda.
Banyak kedai pempek di sepanjang jalan Garuda, Kemayoran. Banyak pula yang memajang nama berbau Garuda. Inilah salah satu kedai pempek yang paling tersohor.

76. RM Betawi Ibu
Atikah Jl Kebon Kacang V no.29, Tanahabang
Telp Sate sapi cincang khas Betawi di Tanahabang.Sate lembut adalah hidangan khas Betawi, yakni sate sapi cincang yang disantap bersama dengan ketupat laksa.

77. Soto Betawi H. Mamat
Jl Raya Serpong No.51 (depan dealer Suzuki BSD)
Telp
Sop, soto dan oseng daging di kedai Haji Mamat ini favorit di kalangan penikmatnya. Tampilannya sih, tak jauh beda dengan masakan Betawi lainnya. Tapi, tentu kesegaran dan gurihnya racikan Bu Haji Mamat ini tetap ada khasnya.

78. Bakmi Jogja
Jl Darmawangsa Raya 10C, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp
Untuk penikmat bakmi godog khas Jogja, tempat ini layak dikunjungi.

79. RM Nasi Cirebon
Gading Batavia Food Promenade Blok C
Bagi penggemar masakan Cirebon atau sekedar rindu masakan Cirebon, RM ini
menghidangkan masakan khas Cirebon seperti, Empal Genthong, Nasi Jamblang dan Nasi Lengko.

80. Dulang Palembang
Jl Cinere Raya 77, Depok
Telp
Ingin menikmati masakan khas Palembang atau jambi? Cobalah mengecap gurihnya martabak kari, pedasnya pindang udang, juga segarnya es kacang merah.

81. Tahu Campur Ojo Lali
Jl Saharjo, Tebet ( 25 meter dari McDonalds kearah Pancoran)
Telp
Kangen tahu campur Lamongan? Seperti tahu campur kebanyakan, racikannya berupa tahu goreng, mi basah, daun selada, irisan perkedel singkong, dan toge yang disiram kuah kaldu urat dan lemak sapi yang panas. Sebelum disiram kuah, campuran tahu dan mi itu terlebih dulu dibubuhi sambal petis. Nah, olahan petis inilah yang membuat tahu campurnya berbeda dengan kedai lainnya. Petisnya asli Surabayalho, rasanya lebih nabok, Rek!

82. Super Bakso
Kawasan Gunung Sahari, seberang mal Golden Truly Menu istimewa tentunya adalah bakso daging dengan ukuran super besar, bakso urat,bakso seafood serta bakso rajungan dan bakso kulit ikan yang tidak dapat ditemukandi sembarang tempat. Ada isi tambahan lain untuk mangkuk baksonya berupa bihun dan tahu.

83. Pecel Pincuk Kalibata
Jl Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan
Telp ,
Alternatif lain bagi penggila pecel. Kedai ini cocok bagi anda yang ingin makan serasa di kampung halaman. Meja, tempat duduk, tudung saji hingga dindingnya terbuat dari anyaman bambu seperti di desa. Selain nasi pecel, lauk pauknya ada empal, ati ampela, paru, bacem tahu dan tempe, bakwan jagung, telur asin, botok teri,pepes tongkol, peyek teri, peyek kacang dan dadar jagung. Sambalnya khas dan unggulan yaitu sambal tumpang. Sambal yang terbuat dari paduan kacang dan tempe yang diiris-iris lalu dihancurkan. Rasanya sedikit pedas dan gurih.

84. Strawberry Café
Jl Tanjung Duren Barat III No.1, Jakarta Barat
Telp
Mari, menjajal berbagai menu makanan yang serba berpenampilan stroberi. Menu unggulan adalah serabi yang disebut serabi istana presiden, ada nasi goreng stroberi yang berwarna merah menyala, spageti merah yang sausnya berasal dari stroberi segar. Ada lagi strawberry chocolate flambé. Penganan ini berasal dari buah stroberi utuh plus cokelat. Untuk minuman, ada 130 macam jus. Yang unik, penyajian jus ini menggunakan gelas khusus yang di bagian bawahnya terdapat ikan hidup atau batu menyala.

85. Kedai Ma’Pinah
Jl Raya Kapten Tendean No.2, Jakarta Selatan
Telp
Kalau nggak sempat mencicipi Kedai Ma’Pinah di jalur Pantura daerah Pamanukan,mampir aja ke Jaksel, sama aslinya kok. Menu andalan kedai ini adalah ikan etong bakar dengan berbagai sambal antara lain, sambal kecap manis yang dicampur dengan bumbu rempah-rempah, sambal merah ulek dan sambal terasi khas Sunda. Kalo udah sering coba nasi bakar, bolehlah coba nasi kerikil. Nasi kerikil adalah campuran antara nasi uduk dengan irisan wortel, jagung dan ati ampela. Rasanya di mulutsangat ramai, persis seperti ada butiran kerikil-kerikilnya

86. Seafood Gebang 49
Jl Kalimati Pademangan, Jakarta Utara
Telp
Seafood lagi, lagi-lagi seafood! Bagi penikmat seafood, umumnya menu andalan kedai seafood yang sering dijumpai adalah kepiting, cumi, udang atau ikan. Tapi dikedai ini yang menjadi andalan adalah masakan kerang. Dari sekian banyak pilihan yang ada di kedai ini, yang paling melegenda adalah menu kerang goreng saus padang. Keunikan dari kerang goreng saus padang ini terletak pada penyajiannya yang masih menempel di cangkangnya.

87. Ketupat Sayur Murni
Jl Raya Kebayoran Lama PAL 7 No.6, Jakarta Selatan
Telp
Ketupat sayur ala Betawi ini, sayur kacang panjangnya tak terlalu pedas, santannya kental, bumbu bawang dan laos sangat terasa. Lauknya adalah semur daging, pindang bandeng dan ayam goreng. Sedangkan sambalnya adalah sambal kacang yang dibumbui cuka.

88. Soto Ceker Arifin
Jl Gandaria, Jakarta Selatan
Menikmati soto ceker dengan penerangan beberapa batang lilin. Soto ceker Arifin berkuah kuning dan sedikit keruh, meski begitu, soto hasil racikan resep keluarga ini sp; tidak menggunakan santan. Soto ceker ini bisa dinikmati dengan ditemani sate jeroan ayam, uritan (telur ayam yang belum memiliki cangkang) atau keripik kulit yang terasa gurih dan garing, sambil dicocol sambal soto yang diberi kecap.

89. Warong Shanghai Blue 1920

Jl Kebon Sirih Raya No. 79, Jakarta Pusat
Telp
Bagi penggemar masakan Shanghai dan Betawi, warong ini termasuk salah satutempat yang tepat dikunjungi. Ketupat sayur ala Betawi ini, sayur kacang panjangnya tak terlalu pedas, santannya. Menu favorit adalah ketoprak japit Mbak Leha, yang disajikan spesial dengan dilapisi opak khas Betawi sehingga rasanya manis, sedikit pedas dan renyah.
Ketoprak ini bisa disebut sandwich nya Indonesia. Hidangan spesial lainnya adalah telor dadar Mpok Zaenab, rujak juhi dan nasi semur lidahBetawi. Sedangkan menu makanan Shanghai andalan adalah sop buntut resep Shanghai yang disajikan dengan bumbu karamel, sehingga membuat rasa sop ini menjadi gurih dan sedikit kental manis serta menu ayam masak merah yang kental dengan aroma kayu manis dan rasa segar karena kandungan kulit jaeruk di dalamnya.

90. Ratu Kepiting
Apartemen Wisma Gading Permai, Jl Boulevard Raya, Kelapa Gading
Sesuai namanya, menu unggulan adalah kepiting saus padang, dimana bumbu dan rasa sambalnya lebih nendang, kuah kepitingnya lebih kental dan rasa pedasnya dicampur dengan sedikit rasa asam dan manis. Rasakan nikmatnya daging putih kepiting bercampur saus padang pedas. Jangan lupakan sayuran pendamping, terutama cah kangkung.

91. Porta Venezia Aston Sudirman,
Jl Garnisun Dalam No.8
Sesuai namanya, restoran ini menyediakan olah masakan Italia. Sebagai menupembuka, bisa dicoba Funghi Ai Granci, yaitu jamur dibaluri keju dengan daging kepiting di atasnya. Menu utamanya….yang menjadi unggulan….Salmone Alia ataustek ikan salmon khas Italia.

92. Bakmi Toko Tiga
Jl KH Wahid Hasyim 63A
Merasa jenuh makan nasi? Bolehlah sekali-kali mencicipi menu olahan mie di tempat ini. Menu andalannya adalah mie ayam jamur dan lomie, rasanya..mie banget! Sebagai makanan variasi, nggak ada salahnya dicoba udang cabe garamnya.

93. Healthy Choice
Jl Kemang Raya No.32, Jakarta Selatan
Telp ,
Mau …menyantap menu lezat, badan tetap sehat wal afiat? Monggo…berpetualangm enikmati menu organic yang lezat dan sehat. Keunggulan resto ini adalah bahan bakunya berbahan organik nan segar alias tidak menggunakan pestisida. Sajian pembuka resto ini antara lain tower spring roll, yogi crispy mushroom, salmon croquet, fish fingerdan bruchetta. Sedangkan menu utama adalah dorinos steam fish atau yang biasa dikenal sebagai ikan dori tim, dimana ikan dori sebagai bahan utamanya didatangkan khusus dari tempat asalnya, Vietnam. Selain itu, menu organik lainnya adalah organic pasta, organic shabu-shabu, organic sandwich & burger,sampai sajian organic steak & ribs.

94. Warung Pojok Pak Tris
Jl Poso No. 1E RT 005 RW 004, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telp
Warung ini menyuguhkan menu andalan berupa sop iga sapi dengan kuah yang mengepul. Dagingya lembut dan kuahnya pedas lada. Pak Tris juga menyediakan hidangan unggulan lain, seperti sop buntut dan bakso urat sapi.

95. Kafe Cali Deli
Jl Surabaya, Jakarta Pusat
Sandwich atau roti tangkup berisi daging ayam panggang serai ala Vietnam merupakan salah satu menu favorit kafe ini. Pada daftar menu, roti tangkup ini disebut Lemongrass Chicken Sandwich. Kafe ini memang berspesialisasi pada sandwich ala Vietnam dan kopi Vietnam yang dinamai Black Magic untuk versi dingin dan Midnight Express untuk kopi panas. Sebagai hidangan pembuka, boleh dipilih Clam Chowder yaitu sup kerang yang disajikan dalam roti Perancis berbentuk seperti mangkuk.

96. Nasi Campur dan Kari 89
Jl Pademangan 4 gg 18 dan gg 21
Jika pingin mencoba menu khas Pontianak, bolehlah mampir kesini. Nasi karinya hampir sama dengan versi Jawa, tetapi nasi campurnya lebih menyerupai nasi putihditambah Sioke & Siobak dengan kuah gurih agak berminyak.

97. Restoran Bebek Ginyo
Jl Tebet Dalam No.12, Jakarta Selatan
Tentu saja racikan hidangan bebek nan lezat menjadi menu andalan di Bebek Ginyo,yang tersaji dalam lima jenis hidangan bebek, yaitu bebek goreng, bebek bakar, bebek baledo, bebek sambal hijau dan bebek kremes. Ada menu khas di resto ini : pepes bebek.

98. Nasi Goreng Babeh Sanim
Jl Pandurenan Raya (Samping Masjid), Kuningan, Jakarta Selatan
Selain dimasak sop dan sate, kambing juga lazim digoreng bersama nasi. Hasilnya adalah nasi goreng kambing. Aroma wangi memang akan tercium setiap kali kita hendak melahap sesendok nasi goreng bikinan Babeh Sanim. Itu wangi kelabat,semacam jamu yang biasa dipakai untuk bikin bumbu gule.

99. Dapur Buntut
Jl KH Abdullah Syafei 50D
Telp
Sop buntut dengan lemak yang menebal dan kuah yang gurih, sih, sudah biasa. Nah,kali ini ada yang tak biasa. Yaitu sop buntut panggang bumbu barbeque, sop buntut rasa karamel dan sop buntut tulang lunak. Khusus sop buntut rasa karamel, rasa manis karamel yang dipasangkan di buntut sapi tak terbayangkan rasanya. Karamel dalam irisan buntut setebal 2 cm ini tidak sepenuhnya manis. Ada rasa pedas-pedas yang muncul dari gerusan butiran kasar lada hitam. Juga rasa gurih dari campuran bawang.

100. Warung Mbah Jingkrak
Jl Bulungan 26, Kebayoran, Jakarta Selatan
Telp
Bagi penggila rasa pedas, warung ini cocok untuk memuaskan dahaga akan rasa pedas. Warung ini menyediakan spesial masakan Jawa yang berbumbu ekstra-pedas, sehingga membuat penggemarnya jadi jejingkrakan. Beberapa menu yang jadi jagoan pedas adalah, ayam rambut setan, tempe jingkrak dan sambal iblis. Untuk nasi, bisa dipilih nasi merah atau nasi putih.

Cara dan Style Cari Kenalan di Friendster

April 26th, 2008 by arcnet-84

Berikut ini adalah contoh-contoh Style Message untuk ajak kenalan orang yang kamu sukai di Friendster.

Style Nyelekit 1
Hmhmhm..tampangnya
ok juga..tidak begitu cantik dan tidak begitu jelek pantas untuk jadi
teman saya…ini email saya humor@humorterbaik.blogspot.com

Style Nyelekit 2
Walah,
foto hancur begitu… kok PD sekali pasang di friendster? Apa nggak ada
foto lain ? Kalau kamu mau saya add jadi temanku, tolong fotonya
diganti dulu!

Style Nyelekit 3
Walah, kamu cantik tapi juga gendut sekali ya ? Tolong jangan add aku ya!

Style Nyelekit 4.
Kamu
cantik tapi masih single, pasti kamu lesbi ya. kalau nggak lesbi pasti
bohong. Kalau kamu marah atau tersinggung, jangan lewat email, kita
ketemuan aja. Kalau nggak berani ketemuan, memang benar pasti kamu lesbi

Style PD 1
Kamu
cantik tapi sayang sudah bercowok. Sayang sekali cowok kamu jelek,
item, miskin, tolol. Sebaiknya saran saya, jangan pernah jadian dulu
kalau belum ketemu saya. Ini saya kasih kesempatan, nomor hp saya :
081-xxxx-x-xxxx.

Style PD 2
Aduh cantiknya , kenalan dong.
kebetulan nih tampangku keren, pasti banyak yang kira kita pacaran,
kalau aku lagi jalan sama kamu. Aku add kamu ya…

Style Standard
Hai, boleh kenalan nggak ? Add aku ya di blablabla@blablabla.com

Style Iseng
Boleh minta no HP dong, alamat rumah, telp rumah, alamat kantor, telp kantor bales ya!

Style Iseng 2
Tampang kamu mirip pacar saya! Jangan-jangan kamu kembarannya ya ?

Style Iseng 3
Kamu
mirip teman saya deh, atau jangan2 kamu memang pernah jadi teman saya,
atau mungkin kita pernah ketemu kali ya di suatu tempat? Kamu merasa
kenal aku nggak sebelumnya ?

Style Hopeless
Please dong…
jadi temanku… aku tahu kamu cantik… aku jelek… tapi mau kan jadi
temanku… Siapa tahu kita bisa jadian. Temanku di friendster baru 2
orang lho. Sudah 6 bulan minta add ke banyak cewek, tapi ditolak terus.
Mudah-mudahan kamu mau, soalnya kamu kan baik, aku percaya kok kamu
pada dasarnya baik, hati kamu pasti seputih kulit kamu.

Style Hopeless 2
Hai
sayang, aku sudah bosan hidup nih, tolong dong, jangan buat aku bunuh
diri. Aku lagi pegang pisau nih, siap-siap mau bunuh diri. Kalau kamu
nggak mau add jadi temanku, kamu besok baca koran POS KOTA dan lampu
merah ya. Pasti nama kamu disebut2 disitu. Aku kasih waktu 1 x 24 jam
atau kamu besok baca headline ini. SEORANG PEMUDA MATI BUNUH DIRI
KARENA DITOLAK AJAK KENALAN OLEH SEORANG BERNAMA XXXXX (nama kamu tuh !)

Style Tajir , Mupeng dan PD sekali
Kamu
cantik dan sexy sekali, malam minggu besok jalan sama aku ya ini nomor
hpku: 081-xxxxx-xxxxx, aku biasa bawa mobil mercedes benz serie 7, tapi
kalau lagi males aku bawa jaguar aja, kalau kamu ingin yang biasa-biasa
aja, aku juga baru beli Vios kok. O’ya Apartementku di sudirman lagi
kosong lho, nanti kita bermalam minggu disana semalaman nggak apa-apa
kan? Mudah-mudahan cowok kamu nggak keberatan. Kalau cowok kamu
keberatan, aku punya pembantu wanita yang masih single, nanti suruh
cowok kamu bermalam di kamar pembantuku aja ya.

Style Malu-Malu Mau
Hai… boleh kenalan nggak ?

Style Agresif Ngesellin
Hai,
kenapa sih nggak mau kenalan sama aku. aku sudah kirim message 45 kali
kok, dicuekin terus sih? Memang kamu siapa? Memang saya siapa? Gue tahu
elo cantik dan sexy, tapi bukan berarti bla blab lab labla blabla
blablablabla

Style Sok Akrab 1
Hai kamu temannya si anu ya,
aku tahu kamu dari si anu. Bagaimana kabar kamu? Bapak-ibu gimana?
Adik-kakak gimana? Sehat-sehat saja kan? Udah lulus atau udah kerja?
Aku boleh add kamu ya?

Style Sok Akrab 2 + Nyelekit
Ya ampun,
kamu masih inget saya? Aku kan dulu teman SD/SMP/SMA kamu, kamu kan
dulu pernah nembak saya. Maaf dulu kamu saya tolak, soalnya kamu tuh
dulu jelek banget, sekarang kok jadi cantik begini
? Operasi plastik
di mana ya? Jangan lupa add aku ya, kalau kamu masih penasaran sama
aku, nggak apa-apa kok kalau mau nembak aku lagi. Pasti aku terima
dengan senang hati

Style Sok Akrab 3 + Ngegombal
Hai,
denger-denger kamu habis putus ya dari si ‘anu’. Kamu pasti sedih
sekali ya, bagaimana kalau saya datang ke rumah kamu untuk menghibur
hati kamu yang luka? Aku tidak habis pikir bagaimana mungkin ada orang
secantik kamu ini ada yang tega melukai hati kamu yang bening seindah
kristal ini, pasti sangat menyakitkan buat orang secantik kamu. ini
nomor hpku: 081-xxxx-xxxx

Style Gila 1
Kalau kamu sedang
kesepian, mungkin saya adalah orang yang tepat untuk dijadikan pacar,
kalau kamu sedang punya pacar, mungkin pacar kamu tidak ada apa-apanya
dibandingkan saya, kalau kamu sedang merencanakan perkawinan, batalkan
saja, nikahlah denganku saja, kalau kamu sudah kawin, tolong ceraikan
suami kamu, kamu ditanggung tidak akan menyesal mendapatkan aku

Style Gila 2
Hai,
kamu tolong lihat foto2 saya di friendster ya. Kalau kamu ingin lihat
saya dalam keadaan polos/bugil, aku akan kirimkan fotonya dengan syarat
kamu kasih saya nomor hp kamu…

Style Ngegombal 1
Aku tidak
percaya dari 5 milyard penduduk dunia, ternyata ada satu makhluk
termanis yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Makhluk itu adalah
kamu. Kamu memang diciptakan khusus untukku. Terima kasih Tuhan telah
mempertemukan belahan jiwaku lewat friendster.com. Sayang, will you
marry me ?

Style Ngegombal 2
Oh My God, Finally I have found
someone, and it was you !, give me your phone number soon, and i will
pick you up as soon as possible. and we will looking for
‘pendeta/penghulu’ right now to bless our marriage. Do you agree with
that?

Style Kurang Ajar 1
Hai. One Night Stand yuk! Nanti kamu boleh add aku deh jadi temanku

Style Kurang Ajar 2
Hai. Tarif kamu semalam berapa ?

Style Kurang Ajar 3 + Sok Akrab
Hai, kayanya kita pernah kenal deh, kamu kan selingkuhannya si ‘X’ teman saya yang istrinya 2.

Style Tolol
Hai,
aku baru join di friendster, bisa tolong ajarin aku nggak caranya makai
friendster? Tolong datang ya ke rumahku atau kantorku. Ini alamatnya
blablablblblablablablabla

Style Tolol 2
Hai, boleh tanya nggak ya. Sekarang jam berapa ya? Maaf jam saya mati.

Style Tolol 3
Hai, boleh tanya nggak ya. kalau dari Blok M mau ke Bandung, naik bus nomor berapa ya?

Style Tolol 4
Hai, boleh tahu password kamu nggak? Aku lupa password aku, mungkin saja passwordku sama dengan password kamu.

Tinjauan Psikologis Pemasang Foto Di Friendster

April 26th, 2008 by arcnet-84

Tim psikolog dari sebuah perguruan tinggi ternama berhasil melakukan
analisis terhadap tabiat para pemajang foto di Friendster. Hasilnya
adalah sbb:

FOTO BARENG PASANGAN (CLOSE UP)
"Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa diri lebih keren dari yang ini."

FOTO BARENG PASANGAN DI LUAR NEGERI (berlatar belakang menara Eifel, air terjun Niagara, pagoda dll)
"Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa diri lebih keren dan lebih mapan dari yang ini."

FOTO BARENG PASANGAN DAN ANAK DI LUAR NEGERI
"Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa diri lebih keren dan lebih mapan dari yang ini, plus mampu ngempanin anak gue."

FOTO SENDIRIAN, DI LUAR NEGERI
"Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa mampu ngongkosin gue main ke sini."

FOTO SENDIRIAN, DI TEMPAT WISATA DALAM NEGERI (Borobudur, Taman Mini, Dufan, Pantai Kuta dll)
"Gue mah anaknya irit! Diajak ke Bali juga nyengir!"

FOTO BARENG TEMEN
"Paling enggak TEMEN-TEMEN gue ada yang keren"

FOTO BARENG BINATANG PELIHARAAN
"Paling enggak gue LEBIH KEREN dari peliharaan gue kan…"

FOTO BAYI (ANAKNYA ASLI)
Pura-pura sayang anak, kalau pasang foto dirinya takut dimarahin suami/bini: "Emang mau nyari yang baru di Friendster?"

FOTO BAYI (ADIK, KEPONAKAN, ANAK TETANGGA)
Pengen cepet-cepet kawin

FOTO BINATANG PELIHARAANNYA DOANG
"Paling enggak PELIHARAAN gue KEREN kan…"

FOTO BARENG MOBIL
"Paling enggak lo nggak akan jalan kaki dah..!"

FOTO JADUL/JAMAN MUDA
"Paling enggak DULU gue sempet rada keren n funky."

FOTO BARENG PASANGAN, POSE MESRA/BERPELUKAN
"Gila, ni orang nempel mulu! Ngga nyadar gue udah bosen!"

FOTO DI DEPAN RUMAH, BUSANA CASUAL/CASUAL BANGET
"Ma! jikan gue sering pergi kok… Aman!"

FOTO KARTUN/ARTIS/LOGO
"Jangan nilai gue dari segi tampang, lah…jangan, ya… JANGAN aja pokoknya!"

FOTO SENDIRIAN, CLOSE-UP
"Gila, gue keren ya?"

FOTO SENDIRIAN, CLOSE-UP, POSE COVER MAJALAH
"Gila, gue keren BANGET ya? ckckck!"

FOTO SENDIRIAN, CLOSE-UP, POSE COVER MAJALAH, PAKE EFEK BLUR/SEPHIA/DLL
"SEANDAINYA ngga jerawatan/beruntusan/panuan/bopengan, gila, gue keren BANGET ya? ckckck!"

TIDAK ADA FOTO/FOTO CUMA SATU ITU PUN PASFOTO, TRUS ‘LAST LOGIN’-NYA LEBIH DARI 3 MINGGU YG LALU
Join
Friendster gara2 ada temennya yang ngojok2in "Yuk ikutan friendster
yuk, asik lho! "trus udah dijawabin "Males ah" tapi temennya tetep
ngotot "Alaa… ikut deh, biar rame tauk..!"terus biar udah dibilangin
"Enggak mau/engga sudi/engga sempet" tuh temen terus aja ngejar2 tiap
hari akhirnya join biar terbebas dari teror tapi abis itu ngga pernah
dibuka2 lagi.

FOTO YANG SAMA, BEBERAPA BIJI
Baru
join Friendster, belom tau bhw friendster suka lelet, jadi waktu upload
foto sempet bingung "Loh, kok foto gue ngga nongol? Wah, uploadnya
gagal nih. upload lagi ah.." trus setelah nyoba lagi; "eh! kok belom
juga? gimana sih ni, gagal mulu. coba lagi ah…" Demikian seterusnya.

Kumpulan SMS lucu

April 11th, 2008 by arcnet-84

Kangen banget ama lo:
Gue kangen bgt ama lu, tiap pulang ke rumah inget lu, tanpa lu hidup gue berantakan. Please, balik ama gue. Gue mohon karena gue bener2 butuh seorang PEMBANTU

Diciptakan berpasangan:
Manusia diciptakan Tuhan berpasangan,ada pria ada wanita,ada cakep ada yg jelek.Yang cakep kirim sms yg jelek baca sms.Kita harus tabah menerimanya

Malam ini indah sekali:
Ada WTS lg nongkrong, kemudian ia berkata kpd temannya:”Mlm ini indah skl, saya mencium bnyk aroma PEN** diudara” “Maaf saya brsn bersendawa” kata temannya.

Saya tidak bisa yang Mulia:
HAKIM bertanya pd KORBAN perkosaan,”Knp tdk kamu gigit PEN** terdakwa ketika DIA memaksamu melakukan ORAL sex?” Korban,”Saya tdk bisa yg Mulia, saya VEGETARIAN”

Saat dipegang makin tegang:
Waktu dilihat bikin hati deg2an, saat dipegang jadinya makin tegang, habis pegang dikocok makin menegang, akhirnya keluar! Wow! Puas Rasanya! Karena dpt ARISAN!

Jangan kawin dengan…:
Jgn KAWIN ama orang TELKOM, tiap 3 menit putus. Apalagi ama DOKTER GIGI abis digoyang langsung dicabut. Mendingan ama GURU, kurang jelas di ulang sampe PUAS

Sampaikan pesan ini:
Sampaikanlah pesan ini kpd 9 orang teman yg kamu anggap goblok: Tenanglah, saya juga barusan menerima pesan ini

Kenapa orang ini masuk neraka?:
Saya berdoa “Tuhan, kenapa orang ini masuk neraka? Bukankah dulu dia rajin baca Kitab Suci?” Jawab Tuhan “Kata siapa? Tuh liat, rajinnya baca SMS aja”

Kenapa muka kita buruk Mak:
Kata anak MONYET: Mak, kenapa muka kita kok buruk ya? Mak MONYET menjawab: Bersyukurlah nak, muka kita tidak seburuk yang baca SMS ini

Dia sadar:
Waktu denger bunyi “TIT-TIT-TIT” Si Jelek langsung baca SMS NYA, selang beberapa detik dia sadar “SIALAN SI CAKEP LAGI NGERJAIN GUE

Buah semangka buah duren:
Buah semangka buah duren, Engga nyangka gue keren. Buah semangka buah manggis, engga nyangka gue manis, Ada gula ada semut, gila gue imut!

Burung pipit makan kedondong:
Istri yg sopan kalau minta duit:burung pipit makan kedondong,minta duit dong!Suami menjawab:burung pipit makan kedondong,burungku dijepit dulu donk!

5 presiden kita (lagi):
Soekarno suka perempuan, Suharto takut perempuan, Habibie kaya perempuan, A. Wahid ngga tahu perempuan, Megawati emang perempuan

Pesan nenek:
Pesan nenek : jangan kawin dengan Dr. gigi, susah punya anak, krm mrk punya prinsip :
GOYANG DIKIT DICABUT & KETEMU LOBANG DITUTUP

5 Presiden kita:
Soekarno bnyk anak, Soeharto sayang anak, Habibie spt anak-anak, Gus Dur dituntun anak, Megawati spt mau beranak

Aku beranikan diri tuk ungkapkan:
Waktu mau SMS kamu,hatiku jadi deg2an.akhirnya aku beranikan diri tuk ungkapkan,bahwa selama ini,aku sayang bgt ama PULSAKU

Bila tidak tahan, datanglah padaku:
Bila tidak tahan, datanglah padaku, lepas celana dlmmu, duduk diatasku, rasakan & nikmatilah sepuas2nya. Dr yg amat menyintaimu –Toilet-

Kalau ada yang bilang:
Kl ada yg bilang lu jelek,sabar aja.Kl ada yg blg Lu bego,Cuekin aja.Kl ada yg blg lu dungu,Cool aja.Tp kl ada yg blg lu cakep, Tampar aja krn itu FITNAH!

Kalau kamu MARAH:
Kalau kamu MARAH
keluarkan AMARAHmu
Kalau kamu sedih
keluarkan TANGISANmu
TAPI INGAT!
Kalau kamu MALU
jangan keluarkan KEMALUANmu

Woman has 6 Rooms:
DO U KNOW?
Woman has 6 Rooms:
Face is SHOWROOM
Breast are PLAYROOM
Tummy is STOREROOM
Vag**a is MEN”S ROOM
Anus is EMERGENCY ROOM
Mouth is KARAOKE ROOM

Stone, tree, and monkey:
I asked the lord for a stone,He gave me a diamond.I asked a tree,He gave me a forest.I ask him a monkey..OH GOD He gave me your number!

Press down if u:
Press down if u
miss me…
Aduhh Ge Er niCh!
UdaH dongG!
mAsih mCenceT?
Kangen Bgt yAh
aMa aKu?
Aku Emang
NgangeNin Sih :))

Angels live in heaven:
When I was a kid, my mom told me that angels live in heaven. Now I know that it is not true. Bcoz if angels live in heaven, WHY AM I HERE ON EARTH?

Tiap malam kau gerayangi aku:
Tiap malam kau gerayangi aku dengan bibirmu, kau hisap puas tubuhku, kau berikan eranganmu ditelingaku & setelah puas kau tinggalkan aku. Dasar nyamuk sialan!

Elo seperti Monyet:
Gue seneng ama sifat2 elo, seperti Menyayangi, Optimis, Nekat, Yakin, Elastis, & Tekun. Jadi kalo disingkat, elo seperti M.O.N.Y.E.T

Pilih yang mana:
Pilih yang mana. A.Tlp balik jika aku cute, B.Kirim sms jika aku baik & funky, C.Miskol jika aku cakep, D.Jangan lakukan apapun jika semua jawaban itu benar.

Tangan, hati, dan kaki:
Hanya tangan yg terbuka yg bisa menerima harta, hanya hati yg terbuka yg bisa menerima cinta, dan hanya kaki yg terbuka yg bisa merasakan kenikmatan

Bercinta sampai ke puncak:
Jika anda bercinta tidak pernah mencapai puncak. Ikuti Saran berikut:
Usahakan jangan bercinta pada hari libur, karena jalur Puncak MACET BOK

3 words:
Feeling lonely?
Feeling sad?
Loosing hope?
No true friend to talk to?
Hope 3 words would light up yr heart:
KASSIAAAN DE LOE

Teori Darwin:
Sebenernya gue nggak percaya dg Teorinya Darwin yang mengatakan bahwa manusia itu berasal dari monyet. Tapi setelah gue melihat muka elo, gue baru percaya.

Man are Funny:
Man are Funny, Understanding, Cute, Kind, Intelligent, Naughty, Great, Sweet, Honest, Independent n’ Thruthful. In short word they are F.U.C.K.I.N.G. S.H.I.T

Pengalaman adalah guru yang baik:
Pengalaman adalah guru yang baik. Tapi guru yang baik belum tentu berpengalaman.

Elo tega ke gue:
gue percaya ama loe karena loe temen gue. Tapi kenapa loe kayak gitu ke gue. Gue gak percaya loe tega kayak gini ke gue. Kenapa loe tega ngomongin gue dibelakang. Gue gak abis pikir kenapa loe promosiin kalo gue itu keren

I”ll get married next week:
I”ll get married next week. There will be a small celebration & limited guest will be invited. Please don”t bring any gift, just bring me a right woman to marry

When things go wrong:
When things go wrong & when sadness fill your hearts & when tears flow in your eyes, just let me know, because I want to be there for you. I”m selling tissue

Engkau sungguh dinamis:
Engkau sungguh dinamis, Rambutmu kayak Selebritis, Sifatmu romantis, Gayamu erotis, Pakaianmu necis, tapi sayang wajahmu kayak TELETUBBIES

Tanpa mengurangi rasa hormat:
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami sangat berterimakasih bila ucapan Natal & Tahun Baru tidak berupa kartu atau SMS, tapi UANG TUNAI

What”s wrong with your HP?:
What”s wrong with your HP? I tried calling many times! Everytime I dial your number, the Operator kept saying “The person you are calling is HAVING SEX. Please try later!”

5 kelebihan ASI:
5 kelebihan ASI dibanding dengan susu kaleng: Mudah dibawa, Instan (cepat saji), Tidak cepat basi, Tidak mudah dijangkau kucing, Dikemas dlm kemasan yg menarik

When cloud getting dark:
When Cloud getting dark, When Wind blow hard, I remember you in my heart, No one like you can count on, please ANGKAT JEMURAN DONK

Sudah sejak lama aku memperhatikanmu:
Sudah sejak lama aku memperhatikanmu, mencuri pandang hanya untuk melihatmu, ku tak tahu apa yg harus kukatakan kepadamu agar kau mengerti ada UPIL di hidungmu.

Anda nasabah Bank mana?:
Anda nasabah Bank mana?
BII: Berselingkuh Itu Indah
BCA: Berselingkuh Cari Aman
MANDIRI: senangnya MAiN berDIRI
NIAGA: NIkmatnya mAin bertIGA

pemerintah menolak merger 4 bank:
pemerintah menolak merger 4 bank swasta:bank panin,bank tata,bank bukopin, dan bank mega, karena kalau digabung nanti namanya jadi Bank Pan-Tat-Bu-Mega

Taufik Kiemas akan ditangkap:
Taufik Kiemas akan ditangkap Polda Metro Jaya hari ini, krn tlh t’bukti slama ini dg sengaja menekan & menggoyang Persiden RI yg sah

Perampok:
Seorang lelaki merampok rumah seorang janda dan mengancam : pilih TAMAT atau NIKMAT ! Sehabis melakukan …….. si rampok lemas sijanda balik mengancam pilih PULANG atau ULANG!

ISLAMIC BOOK FAIR 2008

February 20th, 2008 by arcnet-84

2rc1tp5

ISLAMIC BOOK FAIR 2008

Tanggal : 1 – 9 Maret 2008
Waktu : 10.00 – 20.00 WIB
Tempat : Gelora Bung Karno, Senayan – Jakarta

DIBAWAH INI RINCIAN DARI ACARA YANG DISELENGARAKAN DISANA:

Sabtu, 1 Maret 2008
10.00-12.00 Pembukaan 7th Islamic Book Fair (Panggung Utama)
Hiburan Debu
13.00-15.00 25 Tahun Mizan Menjelajah Semesta (Panggung Utama)
Bersama: Asma Nadia, dkk.
13.00-15.00 Bedah Buku “Muhammad Saw Super Leader Super Manager” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Dr. M. Syafii Antonio
16.00-18.00 Bedah Buku “Oktober 2015 Imam Mahdi akan Datang” (Panggung)
Pembicara: Ir. Sayuti Asatiri (Wakil Komisi II DPR)
19.00-21.00 Talkshow bersama K.H Abu Bakar Baasyir & Abu Jibriel (Panggung) Ahad, 2 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku “Hikayat Doa” (Panggung)
Pembicara: Syu’bah Asa, KH. Abdurrahman Wahid
Chaerul Umam
10.00-12.00 Talk Show ” Mengungkap Konspirasi Asing di balik Aliran Sesat” (Ruang Anggrek)
Bersama: Munarman SH (Mantan Ketua YLBHI)
Muhammad Al Kahththath (Sekjen FUI)
Prof. DR. Nasarudin Umar* (Dirjen Bimas Islam)
13.00-15.00 Bedah Buku ” Mossad Behind Every Conspiracy” (Panggung)
Bersama Herry Nurdi
13.00-15.00 Bedah Buku “Magnet Muhammad” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Bambang Trimansyah
16.00-18.00 Bedah Buku ” Kebebasan Financial” (Panggung)
Pembicara: Ahmad Gozali19.00-21.00 Bedah Buku “The Power of Al-Fatihah” (Panggung)  Pembicara: Prof. DR. Ir. M. Amin Aziz

Senin, 3 Maret 2008
08.30-12.00 Field Trip SD & TK (Ruang Anggrek & Outdoor)
10.00-12.00 Talk Show “Khilafah Centre” (Panggung)
13.00-15.00 Talk Show Bank Syariah Mandiri (Panggung)
13.00-15.00 Talk Show ” Marketing Strategi” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Fredy Rangkuti
16.00-18.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat” (Panggung)
Pembicara: Prof. DR. Nasarudin Umar
DR. Hidayat Nurwahid. MA (Ketua MPR)
16.00-18.00 Bedah Buku “Hukum Waris” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Subhan Nurmahmudi & Boby Herwibowo
19.00-21.00 Talk Show “Smart Healing, Kiat Hidup Sehat Menurut Nabi”Bersama: Dr. Mohammad Ali Toha Assegaf, Sandrina Malakiano Selasa, 4 Maret 2008
10.00-12.00 Diskusi dan Demo Interaktif : SEFT (Panggung)
Bersama : Ahmad Faiz
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Soft Launching Format Baru Majalah Sabili (Panggung)
13.00-15.00 Seminar “Copyright”
16.00-18.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat dalamPolitik” (Panggung)
Bersama: Anis Baswedan, Ph.D
16.00-18.00 Talk Show “Mengenal Allah dengan Cinta” (Ruang Anggrek)
Bersama: Ummu Ghaida Muthmainnah & Ira Istadi
19.00-21.00 Talk Show “Debu” (Panggung), Bersam Grup DEBU

Rabu, 5 Maret 2008
10.00-12.00 Tausiyah oleh Syekh Muhammad Sayid Sabiq (Penulis Buku Fiqih Sunnah) - Panggung
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat dalam Pendidikan” (Panggung)
Pembicara: Prof. DR. Arief Rachman M.Pd & Setia Darma Majid 16.00-18.00 Talk Show Majalah Gontor (Panggung)
Bersama: K.H Abdullah Syukri Zarkasy
16.00-18.00 Peluang Promosi di Media Cetak (Ruang Anggrek)
Bersama: Irwan Kelana (Wartawan Republika)
19.00-21.00 Semifinal Festival Nasyid (Panggung)

Kamis, 6 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku “Perspektif Islam dalam Kristologi” (Panggung)
Bersama: Ust. Solichan & Adian Husaeni MA.*
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Bedah Buku “Aisyah & Maisyah” (Persiapan Keuangan Menuju Pelaminan) - Panggung
Bersama: Ahmad Gozali
16.00-18.00 Talk Show “Menggapai Mimpi bersama Laskar Pelangi”(Panggung)
Bersama: Andrea Hirata
16.00-18.00 Training Insight “Membangun Pribadi Sukses & Launching CD Interaktif Insight” (Ruang Anggrek)
Bersama: BS Wibowo
19.00-21.00 Semifinal Festival Nasyid (Panggung)  Jum’at, 7 Maret 2008
10.00-12.00 Talk Show “Majalah Ummi & Annida”
Bersama: Ust. Yusuf Mansyur (Panggung)
13.00-15.00 Bedah Buku “Nazharat Fi Risalah Ta’lim” (Panggung)
Bersama: Ust. Faridh Dhofir & Muhammad. Syamlan
13.00-15.00 Bedah Buku “Bercermin kepada Bening” (Panduan Taubat untuk Wanita) – Ruang Anggrek
Bersama: Anneke Putri
16.00-18.00 Bedah Buku “Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang Salib” (Panggung)
Bersama: Adian Husaeni MA. & Asep Sobari Lc.
16.00-18.00 Bedah Buku “Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Agama” (Ruang Anggrek)
Bersama: Hartono Ahmad Jaiz & Ust. Kholil Ridwan (MUI)
19.00-21.00 Tafsir Imam Syafi’i (Panggung)  Bersama: Syeikh Ahmad Mustafa Al- Farran

Sabtu, 8 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku Rame-rame “Kelompok Penerbit Pro-U Media” (Panggung)
Bersama: Salim A Fillah, M. Fauzil Adhim, Fatan Fantastic,
Budi Hartono, Mas Udik Abdulah, Nazip Masykur
13.00-15.00 Talk Show Penerbit Zikrul Hakim (Panggung)
13.00-15.00 Training “Speed Reading & Launching CD Interaktif SpeedReading” (Ruang Anggrek)
Bersama: Erwin Kurnia Wijaya S.Pd
16.00-18.00 Bedah Buku “Eramuslim Digest” (Panggung)
Bersama: Rizki Ridyasmara
16.00-18.00 Launching Film Ayat-ayat Cinta (Ruang Anggrek)
Bersama: Artis-artis Film Ayat-ayat Cinta
19.00-21.00 Grandfinal Festival Nasyid (Panggung)

Ahad, 9 Maret 2008
10.00-12.00 Talk Show ESQ “Kids & Parenting (Panggung)  Trainer ESQ Kids & Ibunda Ari Ginanjar
10.00-12.00 Talk Show “Bismillah Aku Berjilbab” (Ruang Anggrek)
Ustz. Dedeh Rosyidah (Mamah Dedeh) & Cici Tegal
13.00-15.00 Bedah Buku “Aisyah the True Beauty” (Panggung)
Bersama Marissa Haque
13.00-15.00 Bedah Buku “30 Shirah Tokoh Wanita Thabi’in” (RuangAnggrek)
Bersama: Ust. Faridh Dhofir
Ustz Siti Fathiyah Khotib. Lc, MA.
16.00-18.00 Konser Nasyid Akbar & Musikalisasi Puisi (Panggung)
Bersama: Shoutul Harokah, Ar Ruhul Jadid, Izzatul Islam,
Thaufail Al Ghifari, Ust. Jambary, Taufik Ismail
I.R. A, Samurai Syuhada
16.00-18.00 Ilusi Demokrasi (Ruang Anggrek), bersama Zaim Saidi
18.15-19.00 Pengumuman Stand Terbaik (Panggung)
19.00-21.00 Tausyiah “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat” (Panggung)
Bersama: KH Abdullah Gymnastiar

Dongeng Motivasi

February 16th, 2008 by arcnet-84
            

Kuda Berkacamata Hitam

               
               

            

Kaku
adalah kuda yang paling gagah di hutan. Tidak hanya gagah, ia pun kuat
dan dapat berlari dengan cepat. Saking hebatnya, warga hutan yang lain
memberikan gelar “Kuda Perkasa” padanya. Disingkat “kuper”, hehehe.

Sayangnya, perilaku Kaku tidak sehebat kemampuannya. Karena merasa
dirinya yang paling jago, ia menjadi sombong dan sering menganggap
remeh orang binatang lain. Tabiat buruknya yang lain adalah selalu ingin dipuja. Itu sebabnya ia iri 1/2 mati terhadap Horas.

Ya, Horas adalah kuda gemuk yang cenderung pendiam. Walaupun begitu,
penghuni hutan lainnya senang kepadanya karena ia suka menolong dan
ramah. Berbeda 180 derajat dengan Kaku.

Suatu hari Kaku pun mendatangi Horas yang sedang makan rumput di pinggir sungai.

“Hei Horas, ayo kita berlomba mengelilingi bukit timur itu”, tantang
Kaku tanpa berbasa-basi. “Aku ingin tahu, siapa diantara kita yang
paling hebat”.

Horas menoleh dengan santai ke arah Kaku.

“Buat apa ah”, jawabnya, “Kan sudah jelas, kamulah kuda paling hebat di hutan ini. Aku jelas gak mungkin menang melawanmu.”

“Tidak peduli!”, tukas Kaku. Kasar. “Pokoknya aku ingin kita
bertanding. Kalau tidak, aku akan hancurkan rumah kayu milik Bu Beri
Berang-berang yang kamu buat untuknya bulan lalu.”

Horas tertegun. Ingatannya melayang ke Bu Beri. Badannya yang sudah
tua. Bulu-bulunya yang mulai memutih. Tongkat penyangga jalannya.

“Baiklah”, ujarnya sambil mengangguk lirih. “Kapan kita bertanding?”

Kaku menjawab sambil tersenyum sinis, “Besok sore.”

Malamnya Kaku mulai membayangkan dirinya yang tengah berlari di
bukit timur dengan gagah. Bulunya yang hitam berkilauan terkena cahaya
matahari sunset. Kakinya yang kokoh menapak mantap di atas tanah bukit
timur yang berbatuan menimbulkan suara yang keras.

Ketepok. Ketepok. Ketepok.

Mendadak ia terkikik. Ia membayangkan Horas yang gemuk berlari
dengan terengah-engah menaiki bukit dan akhirnya tersungkur kecapekan.

“Kemenangan sudah jelas ada di tanganku.”, batin Kaku. “Apabila aku
menang, penduduk hutan akan makin menyadari bahwa aku lah kuda terhebat
di sini. Popularitasku pasti akan jauh melebihi Horas. Sekarang aku
harus cari cara agar aku tampak keren di hadapan mereka saat masuk ke
garis finish.”

Ia berpikir. Tiba-tiba ia teringat pada majalah mingguan “Kueren”
yang ia beli minggu lalu. Kaku pun mengambil majalah tersebut dari laci
lemarinya dan mulai membuka lembar demi lembar. Sampai akhirnya…

“Ini dia!!!”, teriak Kaku sambil menunjukkan jarinya tangannya ke sebuah iklan tentang kacamata hitam. “Dengan ini aku pasti akan tambah cool di depan warga hutan”.

Keesokan harinya, Kaku menyempatkan diri untuk pergi ke mall dan
membeli kacamata hitam yang paling mentereng. Setelah bersiap dengan
menggunakan tapal kudanya yang berbalut emas, ia pun bergegas menuju ke
bukit timur, tempat ia akan bertanding dengan Horas.

Sesampainya di sana, tampak Horas sedang berbincang riang dengan
teman-temannya. Ada Kuri si Kura-Kura, Nur si burung Nuri, dan bu Beri
Berang-Berang. Warga hutan lainnya pun berjejer di sepanjang jalur,
bersiap untuk menyaksikan lomba antara Horas dan Kaku.

“Ayo segera kita mulai”, kata Kaku sembari memakai kacamata hitamnya yang baru.

Horas memandang Kaku dengan wajah aneh. Perhatiannya tertuju pada
kacamata hitam Kaku dan label harganya yang entah sengaja atau tidak,
lupa dicopotnya.

Namun Horas tidak berkata apa-apa. Sebaliknya, ia meminta Nur untuk membantu memasangkan kacamata kudanya yang sudah agak butut.

Kedua kuda itu pun bersiap di garis Start. Pak Hori Harimau yang
bertugas sebagai penjaga garis melambai-lambaikan bendera putih di
depan mereka. Dalam hitungan ketiga, ia menurunkan bendera dengan
bersemangat sambil berteriak lantang, “Mulai!!!”

Kaku langsung melesat. Julukannya sebagai “Kuda Perkasa” memang
bukan main-main. Dalam hitungan detik, ia sudah tidak tampak di balik
bukit. Sebaliknya, Horas melaju dengan sambil menjaga kecepatan dan
staminanya. Ia sadari bahwa dalam urusan keduanya, ia bukan tandingan
Kaku, oleh karena itu ia harus berhati-hati dan tidak boleh gegabah.

Kaku yang jauh memimpin di depan tertawa lebar-lebar sambil terus
memacu kecepatannya. Ia sudah tidak kuasa lagi membayangkan
kemenangannya. Di hadapannya sudah tampak Bukit Curam, bukit terakhir
dari deretan Bukit Timur.

Bukit Curam terkenal sebagai bukit paling berbahaya di daerah itu.
Berbatu dan memiliki sudut tanjakan yang sempit. Siapa saja yang tidak
berhati-hati pasti akan celaka. Di sisi lain, pemandangan dari atas
Bukit Curam cukup indah. Dari sana terlihat jelas pemandangan hutan
serta danau Leka yang luas dan banyak ikannya. Warga hutan sering
berkumpul di danau tersebut, baik untuk mandi maupun sekedar untuk
bersantai dan bersosialisasi.

Beberapa langkah menuruni Bukit Curam, perhatian Kaku terpecah. Di
bawah, tampak Kutik, kuda betina yang jadi incarannya sejak masa
sekolah dulu, sedang mematut-matut tubuhnya di hamparan air danau yang
jernih. Tidak lagi konsentrasi terhadap jalan di depannya, kaki kanan
Kaku tanpa sengaja menabrak sebuah batu yang cukup besar.

Kaku oleng. Ia terjungkal dan menggelinding ke sisi kiri bukit
sebelum akhirnya mencapai garis finish barunya di sebuah kubangan tepat
di samping Kutik yang melongo melihat adegan akrobat gratis.

Byurrrrr.

Sejurus kemudian, Kutik tertawa terbahak-bahak. ROTGLOL.
Tanpa mempedulikan Kaku yang kesakitan setelah terguling-guling di
bukit berbatu. Tanpa mempedulikan wajah Kaku yang merah padam. Tanpa
mempedulikan kacamata hitam Kaku yang patah. Tanpa mempedulikan
perasaan Kaku yang bingung antara menahan sakit dengan menahan malu.

Saat ia mencoba untuk berdiri (dengan diiringi tawa Kutik yang masih
berkesinambungan), terdengar sorak sorai warga hutan. Rupanya Horas
telah tiba di garis finish. Agak terengah-engah, tapi setidaknya ia
sampai ke tujuan dengan berlari, bukan dengan menggelinding.

Dari kejauhan, ia menatap Kaku (yang masih mencoba berdiri) dan
Kutik (yang masih terus tertawa). Horas juga suka pada Kutik dan ia
mungkin akan melakukan kesalahan yang sama seperti Kaku seandainya ia
tidak menggunakan kacamata kudanya. Ya, kacamata itulah yang
membantunya untuk tetap berkonsentrasi sepanjang lomba.

Horas mengangkat kaki kanannya, ingin berjalan ke arah Kaku. Tapi
kawan-kawan dan penghuni hutan lainnya mulai mengerubunginya, sibuk
memberinya selamat dan memintanya bercerita tentang perasaannya.
Akhirnya Horas pun membatalkan niatnya untuk membantu Kaku.

“Semoga ia baik-baik saja”, gumamnya.

Moral Cerita / Bahan Renungan:

"Setiap orang mungkin membutuhkan kacamata kuda agar tetap fokus dengan apa yang harus dikerjakannya."

silahkan klik disini untuk lihat lebih banyak dongeng

               

            

ARTI 14 Februari…Masih merayakan?

February 4th, 2008 by arcnet-84

Valentinus,
adalah USKUP yang hidup diabad ketiga di Roma. Ia dijebloskan kepenjara
oleh Kaisar Claidius II ( penganut penyembahan dewa-dewi ); sebab ia
beragama Kristen ( yang dimusuhi ) menikahkan banyak pasangan muda
secara diam2. Kenapa????? Karena pada masa itu, Kaisar Romawi (Claudius
II) yang ingin mengembangkan sayapnya mengharuskan para pria lajang
bergabung dalam bala tentara Roma. Karena ambisi Claudius, akhirnya
pernikahan pun tidak diizinkan sehingga lebih banyak lelaki pergi
berperang!!!!!!!Valentinus juga dikenal dapat menyembuhkan berbagai
penyakit, oleh karena itu didalam penjara dia diminta menyembuhkan
putri sipir penjara yang buta sejak lahir yang bernama Julia. Sambil
mengobati, Valentinus mengajarkan sejarah dan menjelaskan dunia semesta
hingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanaannya lewat pelajaran
itu. Hingga tiba saat
hukuman mati untuk Valentinus. Valentinus tidak sempat mengucapkan
perpisahan dengan Julia. Segera ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk
semakin dekat dengan Tuhan. Diakhiri dengan kata ‘ dengan cinta dari Valentine-mu’. Ia meninggal 14 Pebruari. Keesokan
harinya, Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat
huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaan.
Valentinus dimakamkan di gereja Praksedes Roma. Pada
tahun 496 (hampir dua setengah abad stelah Valentine mati) Paus
Gelasius I menyatakan 14 pebruari sebagai hari peringatan St. Valentinus
.

DALAM
masyarakat kita, pihak yang dianggap kuat adalah kaum lelaki. Jiwa
kepahlawanan sering dikaitkan pada kaum lelaki. Dongeng anak-anak penuh
cerita pangeran menyelamatkan putri jelita. Pola yang diulang-ulang dan
dapat dijumpai pada kisah populer remaja yang hampir tidak lepas dari
gambaran pria yang melindungi. Perempuanlah yang butuh dilindungi,
perempuanlah yang butuh disedekahi.

Kerapuhan
dan ketakutan perempuan terkadang amat dinikmati lelaki. Berapa banyak
lelaki yang dibuat bahagia jika kekasih mereka menjerit ketakutan saat
menonton film horor atau saat naik piring terbang di Dufan, Ancol, atau
di Taman Remaja Surabaya?

Gambaran
ini tak jauh dari perayaan hari Valentine saat ini. Pemberian hadiah
khusus mengingatkan kita pada kemurahan hati para pria, sedangkan
perempuan adalah pihak yang menerima. Dalam beberapa artikel dan iklan
kado Valentine sering disebut bagaimana membuat wanita tersanjung,
yaitu dengan coklat, boneka, atau bunga.

Tidak
jauh dari gambaran bahwa perempuan dapat tersanjung dengan materi dan
diberi, sedangkan pria hanya dapat tersanjung oleh hal-hal yang lebih
bermanfaat, berguna bagi masyarakat. Tidak jauh dari persepsi bahwa
tanggung jawab perempuan adalah keluarga dan rumah tangganya, sedangkan
tanggung jawab lelaki adalah pada masyarakat dan dunia. Boneka Pluto
atau coklat bentuk bunga akan menjadi bahan tertawaan para pria jika
kita mencoba menyanjung mereka dengan cara demikian.

Hadiah
Valentine menguatkan kepercayaan bahwa perempuan adalah makhluk
sederhana yang dapat dibahagiakan dengan barang sepele dan imut-imut.
Pada iklan yang terpampang pada surat elektronik perempuan@yahoogroups.com, hal ini juga dapat dijumpai. Beginilah iklan tersebut:

"Seakan-akan
perempuan adalah makhluk yang menerima dan kalau perlu merengek seperti
anak kecil untuk diberi kado. Karena itulah, perempuan membutuhkan
pengakuan dari lelaki. Sedangkan lelaki biasanya menghendaki pengakuan
dari lelaki lainnya karena perempuan dianggap makhluk yang kekanakannya
dapat menyenangkan hati lelaki. Perempuanlah yang menunggu “sedekah”
dan dikasihani, sedangkan lelakilah yang menilai. Pemilihan hadiah pun
bukannya untuk perempuan semata-mata, tetapi juga sebagai pemuas sang
pria (underwear seksi).
Seakan, kebahagiaan perempuan adalah saat mereka memuaskan mata lelaki".

Berapa
banyaknya voting yang ditujukan pada lelaki dengan obyek tubuh dan
wajah perempuan? Misalnya: siapakah yang lebih seksi, Yuni Shara atau
Krisdayanti? Atau siapakah yang Anda pilih sebagai pacar Anda: Sophia
Latjuba atau Tracy Trinita?

TRADISI
kepahlawanan para pria begitu kuatnya sehingga terdapat begitu banyak
ganjalan ketika beberapa perempuan mencoba berjuang mempunyai pengakuan
sendiri, keyakinan sendiri, suara sendiri akan tubuh dan seksualitas
mereka.

Saat para feminis mencoba mengubah peringatan Valentine ini, perjuangan mereka pun mendapat kecaman. Valentine?s Day disebut sebagai V-Day atau Vagina Day atau Victory Day oleh beberapa feminis yang diilhami teater Eve Ensler, Vagina Monologue, yang sudah dipentaskan di

Indonesia

. Dalam arti, Valentine’s Day adalah hari kemenangan vagina.

Valentine?s Day bagi beberapa perempuan ini tidak lagi dipenuhi wajah perempuan yang harus tersipu malu ketika diberi bunga atau boneka. Ketika para perempuan tidak saja bertahan, namun bertindak dan berjuang.

Tiba-tiba
saja hal ini begitu menakutkan. Beberapa kelompok pun mengajukan protes
untuk mengembalikan hari Valentine tradisional mereka: “kembalikan hari Valentine kami”.

Namun,
bukankah jiwa kepahlawanan yang sesungguhnya adalah saat pihak yang
dianggap lemah telah dapat mandiri? Bukankah pahlawan yang sejati
adalah figur yang rela berkorban dan bukannya menertawakan saat pihak
yang dianggap lemah menjadi ketakutan?

Jika
tiba-tiba saja beberapa lelaki merasa terancam ketika para perempuan
menuntut hak dan kontrol akan tubuh dan seksualitas mereka sendiri,
bukankah gembar-gembor kepahlawanan beberapa lelakikah yang sepatutnya
dipertanyakan?
Karena, terkadang jiwa kepahlawanan hanyalah ambisi.

Dan
dalam ambisi demikian, apabila pihak yang dianggap lemah ternyata tidak
lagi menjadi lemah, bagaimana para pahlawan ini dapat menjadi pahlawan
lagi?
Haruskah kita merayakan valentine ?
Tentunya anda punya jawabannya, sudah.
Mudah mudahan bermanfaat.

kayanya keberuntungan gw udah mulai balik lagi nih…!

February 2nd, 2008 by arcnet-84

Banjir…Banjieerrr….
Bosen juga gw lama2x sama teriakan orang waktu ujan kaya gitu
emang deg-degan dan geli2x gimana gitu klo denger kata2x BANJIR dikuping
gw,,tapi mo digimanain lagi,,palingan juga gw cm bisa pasrah dan doa dech sama
kodok biar minta berhenti ujannya [lho koq minta doa sama kodoq???]
oiy,,rumah gw dibilangan ciledug,deket sama bilangan prima dan bilangan ganjil
juga…[ga jelas mode:on]
rumah gw letaknya bisa dibilang masih lumayan dataran tinggi dech[klo
dibandingin bawah tanah...] dan akses menuju rumah gw bisa dari segala penjuru
dan dari segala arah mata angin,,alias banyak jalan menuju rumah gw
[hahaha,,udah kaya pribahasa kan],,dan setiap penjuru yang menuju rumah gw
SEMUAnya selalu MACET,,tapi walaupun udah jauh dari pusat perkotaan juga,,gpp
gw tetep setia dan bangga juga koq sama rumah gw yang mewah ini [mewah
it's mean MepetSawah].
Jadi,,sebenernya ditempat gw itu bisa dibilang lumayan aman lah untuk daerah
sekitar rumah gw yang juga kebanjiran [walaupun emang tetep kebanjiran,,tapi
masih cetek klo dibandingin sama daerah2x lain yang juga deket rumah
gw.]
Jadi begini ceritanya,,
Kemarin sebelum gw nge-post blog gw ini gw masih "bermain" ditempat
gawe gw yang tercinta itu[posisi tepatnya 105 LU dan 73 LS *ngasal*] di
daerah JakBar,,gw udah kaya marcel deh udah punya firasat tuk cepat pulang
[baca:males]…tapi karena gw orangnya ga mo pantang mundur dan akhirnya gw
jalan maju [ya iya lah,,klo jalan mundur ya undur2x kali] ,,mana suasana udah
ujan deres banget kaga berenti-enti dari malem…dan emang bener aja….pas gw
sampe sana sebagian orang [lebih tepatnya anak2x TK ingusan] pada diliburin
karena kelasnya udah pada keremdem aer,,wuih mereka seneng banget padahal
ngeliat aer,,tapi guru2xny  kaga tega klo anaknya diajarin berhitung
sambil menyelam [padahal kan bagus bisa mengurangi tingkat populasi
disana,,hehe]! Gw juga kaga mo kalah,,naluri gw sebagai alumni anak TK
[baca:binaan anak nakal] muncul dan hampir aja gw mo pulang juga ehhh tapi
keburu dicegah ama DORMAN [baca:penjaga gerbang] arrrgghhh dimana KEADILAN….!
next,,akhirnya gw ngelanjutin aktipitas KBM [KegiatanBelajarMonyong] juga dech
sambil perasaan was-wes-wos juga siy soalnya ntuh aer kaga berenti-enti turun
dari langit…! Sampe akhirnya waktu makan siang sebagian anak SD dan SMP ada
instruksi supaya diperbolehkan PULANG karena banjir udah mulai parah,,

[pikiran kepala sekolahnya] dari pada
mereka kaga bisa pulang gara2x sekolah,,akhirnya mereka trauma dan nanti klo
mereka punya anak ga ada yang bakal disekolahin,,trus ntar sapa yang jadi
PRESIDEN???

[pikiran gw] mendingan dipulangin aja
dah nih anak2x dari sekolah,,dari pada mati tenggelem disekolahan ntar jadi
murid ngesot [baca:dedemit] trus ntar kaga ada yang mo sekolah lagi disono ntar
makan darimane gurunya

 

Dan akhirnya baru dimulailah kejadian2x sial didiri gw….

  1. [13:05
         ketinggian aer ± 50cm] Gw ga tau dan kaga ada yang ngasih tau klo gw
         parkir di area yang aer bisa keluar masuk tanpa permisi lagi,,sampe
         akhirnya ada orang yang baik hati nanya ke gw [thanx miss Len],

Len:“Tadi kesini naek apa Pa?

Gw:”Naek
motor…

Len:”Keujanan
donk pa…?

Gw:”iya
Dikit doank,,tapi ga sampe dalem2x koq untungnya!

Len:”Klo
naek motor biasanya parkir dimana emang Pa?

Gw:”Ditempat
parkir depan,,kenapa? Emang ngga boleh ya parkir disitu?

Len:”Motornya
warna kuning bukan?”

Gw:”Iya,,koq
tau [udah ke GeEr-an,sambil cengangas-cengengesan kaga jelas + curiga niy orang
mo nebeng kali yach]!

Len:”Berarti
ditempat parkir tinggal motor Bpk doank donk yang blm dipindahin? Yang laen udah
pada dipindahin ama yang punya soalnya udah kelelep motornya,,terakhir siy
waktu saya lewat masih ada motor yang warnanya kuning,,klo sekrang ga tau dech
udah hanyut apa blm…!

Gw: “YA AMPUN…..!
@#$%^&*()_ *sambil lari slowmotion gitu ke arah parkiran*”

Len: *gaya cengengesan*

Well,,akhirnya dgn SEMPURNA banjir udah membuat motor gw kerendem…..:)

  1. [14:20
         ketinggian aer ± 40cm] Udah waktunya gw pulang tapi…tau kan masalahnya?
         YUP…tempat gawe gw itu udah kaya pulau [bukan gara2x gw yang bikin
         pulau] kanan, kiri, depan, belakang, atas, bawah *yg ini boong* semuanya
         dikelilingin aer…trus pertanyaannya yang dapet harta warisannya
         alm.eyang Harto siapa? [lho ngga nyambung]  “GW MUSTI PULANG LEWAT MANA…?”
    • Alternatip
            1:

Gw tetep pulang dgn motor gw
and ga peduli aer ada di mana-mana.

  •  Alternatip
    2:

Gw tunggu sampe ada peri yg mirip NIA DINATA yang
dateng ketempat gw dan ngejemput gw disini

  •  Alternatip
    3

Gw tinggal disekolah aja sampe gw punya anak cucu

  •  Alternatip
    4

Gw pengen bangun dari tidur and gw harap ini semua
cuma mimpi,,tapi sayangnya ini kenyataan gerr….!!!

Sampe akhirnya gw putusin untuk tetep stay dulu di
sklh sampe aer rada surutan dikit,,well…akhirnya banjir udah SUKSES membuat gw merasa jadi orang
asing yang terdampar dipulau kecil yang kaga ada apa2x…cuman meja, kursi +
papan tulis doank,,gw udah bosen daridulu ketemu ama yang beginian mulu!!!

  1. [17:30
         ketinggian aer ± 60cm] Ati gw udah Dag Dig Dug Duer makin lama koq aer
         kaga surut2x and kayanya makin lama emang makin naek banjirnya…klo kaya
         gini gw ngga pulang2x donk?

Tapi kali ini tekad + semangat ’45 gw menggebu2x,,sambil
celingukkan kanan kiri gw siapin peralatan untuk menembus aer yang
manghadang,,gw siapin MENTAL,,Celana gw gulung [dalemnya juga],,Kantong
plastik,,sama SHAMPO sachet-an kali aja gw bisa keramas nanti waktu banjir…

 Dan
petualangan si Bolang pun di mulai:

Image0






Yup,,kira2x kaya gitu dech gw menerjang banjir

Sampe akhirnya….blupp,,blupp,,,bluppp motor gw
mogok

Sekali lagi,,banjir telah SUKSES menenggelamkan motor gw ciptaan jepang yang paling seksi
ini…!

Walhasil,,gw dorong dech motor gw sampe ketemu
bengkel terdekat.!

  1. [20:00
         ketinggian aer ± masih tetep sama]

Abies gw dorong dengan setia motor gw,,akhirnya
saraf-saraf di body gw udah kaga tahan,,capek banget bozz….

Dan gw putusin untuk istirahat dideket tukang nasi
goreng,,dan kebetulan jg piaraan-piaraan cacing gw juga udah pada unjuk rasa
minta dilengserkannya makanan dari mulut gw segera. Dan tanpa banyak cincong gw
pesen deh tuh nasi goreng. Lama….banget gw nungguinnya akhirnya datang juga
*kaya program tipi*!

U know what,,pernah makan nasi putih di tumpahin
minyak goreng satu botol PLUS diatasnya
ditaro telor yang digoreng secara acak2xan dan membabi buta….nah klo belom
sebaiknya jgn lu coba,,soalnya lu bakal jadi bandar minyak sesaat dech! Tapi
mau ngga mau itulah yang gw makan saat itu,,dari pada abangnya yang udah
bikinin jadi marah sama gw ntar gw diputusin kan bisa berabe urusannya
[baca:rakus]

  1. [21:00
         ketinggian aer ± udah agak surutan jd 30cm]

Gw ngelanjutin jln gw [maksudnya bener2x
jalan],,akhirnya sampe juga dibengkel dadakan [gw makasih banget dech sama
orang yang bantuin gw],,abis gimana ngga dadakan…peralatan kaya konci pas, trus
obeng aja pake punya gw..! Pas setelah gw telusuri dengan insting detektip
conan gw..ternyata profesi sebenernya mekanik yg benerin motor gw cuma sebatas
tukang ojeg,,sebatas tukang ojeg,,,sebatas tukang ojeg [diulang biar keliatan
dramatisirnya]. Ga lama kemudian motor gw nyala lagi setelah diotak-atik dikit
ama mekanik dadakan ntu [dan dengan peralatan seadanya juga]. Thankz ya
mas,,apapun profesimu minumnya TEH BOTOL SASTRO.

Gw mulai mikir: “kayanya keberuntungan gw udah
mulai balik lagi nih…!

  1. [01:00
         dini hari setelah lelah berkelana dan ketinggian aer masih aja segitu]

Akhirnya gw sampe juga dideket dirumah dengan
selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kedapan gerbang kemerdekaan
Indonesia *lho…* dengan segala perjuangan yang tiada tara dan sedikit
cengangas-cengengesan dipinggir jalan [kayanya udah mulai gila...] dan hebatnya
RUMAH GW KEBANJIRAN…!”.

 

Note: Pas gw lagi ngepost blog ini gw sembari ngepel rumah gw,,untung dech
udah surut sekarang tinggal beres2xnya aj…! pyuuh,,lelahnya…!
J

Katanya Mama Loren udah NGERAMAL mbah harto….??

January 29th, 2008 by arcnet-84

[kutipan kaskus]

bencana alam berskala kecil, sedang, dan besar masih terus berlanjut.
Beberapa gunung berapi yang masih aktif akan meletus, lumpur panas
Lapindo akan menenggelamkan daerah Porong dan sekitarnya yang terancam
dengan munculnya danau lumpur. Demikian ditegaskan Mama Lauren terkait
ramalannya di tahun tikus mendatang.

Awal tahun 2008, bencana banjir di musim penghujan masih berlangsung di
mana-mana, terutama di Jakarta, Bali, Jawa Timur dan Sumatera. Di musim
kemarau yang jatuh pada medio tahun 2008, akan terjadi bencana
kebakaran hutan di Indonesia bagian barat dan utara. Juga, bencana alam
berupa tanah longsor dan angin ribut terjadi di semua daerah yang sudah
dirasakan akhir tahun 2007. Kondisi ini harus menjadi perhatian penuh
bagi alat transportasi darat, laut dan udara. Terlebih lagi, bakal ada
kecelakaan kereta api, kapal laut dan lalu lintas yang menunjukkan
peningkatan di tahun 2008.

Kata Mama Lauren, yang lebih mengkhawatirkan akan terjadi tabrakan
pesawat terbang di udara, di mana pesawat tersebut bukan pesawat
komersial. ”Kecelakaan itu terjadi sekitar bulan Oktober 2008,” ramal
Mama Lauren.

Selain itu, bencana lainnya seperti gempa bumi akibat pergeseran
lempeng bumi dan aktivitas gunung berapi yang masih aktif, terutama
barisan gunung berapi di posisi Cincin Api yang berhubungan dengan
aliran dasar bawah. Patahan lempeng bumi akibat gempa terjadi akan
menyebabkan gempa-gempa kecil. Kondisi ini mengakibatkan air laut naik,
sehingga ada beberapa pulau yang tergenang air laut, bahkan nyaris
tenggelam.

Tokoh Meninggal

Di dunia politik, Mama Lauren menyambut positif akan makin banyak kaum perempuan mencalonkan diri sebagai presiden. Namun, di
medio tahun 2008, kita akan kehilangan seorang tokoh dan negarawan
besar (laki-laki) yang akan meninggal di mana tokoh tersebut sangat
disegani dan ditakuti sekaligus terus-menerus dicerca dan dicaci maki
– baik kawan maupun lawannya.

Beberapa peraturan baru akan dikeluarkan dan menimbulkan kontroversi
pro dan kontra, namun tidak sampai menimbulkan korban. Jelang Pemilu
2009, peraturan-peraturan baru menyangkut pemilu presiden bakal menjadi
perdebatan ramai di DPR. Akhir 2008, bakal mencuat demo besar-besaran
menyangkut buruh yang di-PHK.

Di dunia ekonomi, pertumbuhan dan perputaran roda perekonomian
Indonesia, baik mikro maupun makro, masih berjalan sangat lamban.
Pelaku ekonomi yang bergerak di sektor riil, baik pengusaha kecil
maupun menengah, masih kesulitan untuk mengembangkan usahanya. Para
pengusaha bidang perkayuan, batu bara dan ikan laut banyak menghadapi
kendala. Pembangunan properti, terutama apartemen bakal mengalami
stagnasi.

Kondisi ini menyebabkan jumlah pengangguran makin bertambah. Serangan
hama tikus yang akan merusak sawah dan ladang harus benar-benar
diantisipasi sejak sekarang. Kalau ini tidak diperhatikan, bakal
terjadi gagal panen yang sangat merugikan para petani.

Yang menggembirakan, bisnis otomotif dan ekspor yang penjualannya
relatif lancar. Khusus bidang pertanian, Mama Lauren memprediksi bakal
ada monopoli bawang putih. Secara keseluruhan, kondisi perekonomian
Indonesia boleh dikatakan belum mencapai hasil yang membanggakan.

Di dunia hukum, akan banyak koruptor dan beberapa pejabat seperti
mantan gubernur dan bupati diadili dan dihukum. Khusus di dunia
kesehatan, ia meramalkan, akan ditemukan obat kanker dan HIV/AIDS yang
merupakan hasil temuan anak bangsa. Dan yang perlu diperhatikan, akan
muncul penyakit hewan misterius yang belum diketahui penyebab dan
obatnya. Selain itu, terjadi peningkatan penyakit pernapasan dan tifus
yang ditularkan oleh tikus.

Di dunia hiburan, akan banyak bermunculan pendatang baru yang mau
dibayar murah, sehingga bisa menggusur seniornya. Film, musik dan
televisi masih merupakan ladang yang menguntungkan bagi para artis.
Film bertopik komedi seks makin menjamur dan ramai dibuat oleh para
sineas dan produser.

Dukacita Artis

Kabar dukacita juga menimpa dunia artis. Akan ada tiga selebriti
meninggal dunia, seorang pria kemungkinan personel band meninggal
akibat kecelakaan atau overdosis. Sedangkan yang dua orang penyanyi
wanita dan aktris pemain sinetron yang meninggal karena sakit.
Kehidupan malam, narkoba, perselingkuhan dan kimpoi-cerai masih
mewarnai para artis dan selebriti.

Mama Lauren menampik bahwa ramalannya seratus persen benar dan
merupakan harga mati, meski ramalannya banyak yang tepat. ”Semua yang
saya lihat dengan mata batin hanya gambaran untuk peringatan saja.
Semuanya bergantung pada manusianya. Kalau mereka mawas diri,
berhati-hati dan rajin berdoa pada Sang Pencipta, ramalan saya bisa
meleset,” katanya.

http://www.indonesiamedia.com/2008/1…ta/pesawat.htm

ternyata ramalan mama lauren kali ini ngga meleset……

Cerita Ayahanda Tercinta….!

January 28th, 2008 by arcnet-84

Suharto

 

(Suharto can also be spelt Soeharto.)

 

Country:
    Indonesia.

 

Kill tally:
    Up to two million killed following an alleged coup attempt in 1965 (most
    reports estimate the number at around 500,000). Over 250,000 deaths following
    the invasion of East Timor in 1975. Thousands
    more killed in various Indonesian provinces.

 

Background:
    The Indonesian archipelago is first exposed to the West in the 16th Century
    when the Portuguese attempt to monopolise the lucrative spice trade and
    spread Christianity. The Portuguese are supplanted by the Dutch in the
    first half of the 17th Century. During the 19th Century the Dutch extend
    their colonial rule across the archipelago, bringing all the land area
    of modern Indonesia, with the exception of Portuguese East Timor, under
    their control.

 

The country proclaims its independence on 17 August 1945 then fights
    a war with the Dutch when they attempt to reimpose control. In December
    1949 the Republic of the United States of Indonesia (RUSI) is established
    with independence activist Sukarno as president. When the Indonesian Communist
    Party (PKI) supposedly attempts a coup d’état in September 1965,
    the army steps in. Sukarno is deposed. Major-general Suharto rises to
    power, establishing a ‘New Order’ (Orde Baru). More
    background
.

 

Mini biography:
    Born on 8 June 1921 in the village of Kemusu Argamulja in Central Java, Indonesia.
    Though his family are simple peasants, Suharto receives a relatively good
    education.

 

1940 - After working in a village bank, then
    as a labourer, Suharto enlists for a three-year term in the Dutch colonial army,
    the KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger - Royal Netherlands East Indies
    Army), beginning his service in June.

 

1941 - Suharto is accepted for training as
    a sergeant at a military school at Gombong in Central Java. A week after his
    training begins the Dutch surrender to the invading Japanese.

 

1942 - He joins the occupation police force then,
    in 1943, becomes a battalion commander in the Peta (Defenders of the Fatherland),
    a Japanese-trained militia.

 

1945 - On 14 August Japan surrenders
    unconditionally, ending the Second World War.

 

Suharto officially joins the Indonesian Army on the same day it is founded, 5
    October. He fights against the Dutch during the war for independence, is
    appointed commander of the Third Regiment, and distinguishes himself during an
    attack on Yogyakarta on 1 March 1949.

 

Following independence, Suharto remains in the military. He serves on the island
    of Sulawesi, then returns to Central Java.

 

1953 - In March Suharto is posted to Solo as
    commander of Infantry Regiment 15.

 

1955 - At Indonesia’s first democratic
    election held on 29 September no party wins a majority of seats in the
    country’s single House of Parliament, although Sukarno’s Indonesian Nationalist
    Union (PNI) wins more votes than any other party. The resulting political
    instability is heightened by the self-serving actions of military officers
    in some regional areas and by the growth of an Islamic separatist movement.

 

1957 - In attempt to prevent the new
    republic from breaking apart Sukarno proclaims martial law on 14 March
    and turns to the PKI and the armed forces (ABRI) to assist with his plan
    for the introduction of a ‘Guided Democracy’.

 

At the end of the year, PKI-controlled unions lead a movement to nationalise
    Dutch-owned companies. The Royal Packetship Company (which controls most of
    the archipelago’s shipping) and Royal Dutch Shell are seized and 46,000
    Dutch nationals are expelled from the country. Officers from ABRI are given a
    role in managing the nationalised firms.

 

Meanwhile, Suharto is promoted to regional commander in the Diponegoro Division
    in Central Java, with the rank of full colonel. In this position he begins
    to engage in business ventures to help fund his command, a practice that is
    common throughout the Indonesian military.

 

1958 - Military and Muslim political
    figures rebel against Sukarno in February, proclaiming the Revolutionary
    Government of the Indonesian Republic. The rebellion is quashed by the
    middle of the year. The United States’ covert support of the rebels pushes
    Sukarno closer to the
    Soviet Union
and the People’s
    Republic of China
.

 

1959 - The success of Suharto’s
    extra-military business activities attracts the attention of the high command.
    Suharto is implicated in sugar smuggling and other corrupt practices. He is removed
    from his command and ordered to take a course at the Army Staff and Command
    School in Bandung, West Java. However, despite this reprimand, Suharto will
    be promoted to brigadier-general in January 1960.

 

In July Sukarno dissolves the House of Representatives and formally
    introduces ‘Guided Democracy’. A new parliament established in
    March 1960 contains a majority of directly appointed representatives,
    including blocks from the military (later known as the Golkar party) and
    from the PKI. The leader of the PKI heads a newly formed House of Assembly.

 

The influence of the PKI expands in the early 1960s. Membership of the
    party reaches two million. Affiliated unions and peasant organisations
    have as many as nine million members. The PKI is directly involved in
    the implementation of land and social reforms encompassed by the ‘Guided
    Democracy’ credo and is active in pursuing an independent foreign policy
    aligning Indonesia with China. By 1964 fears of a communist takeover of
    the country become widespread.

 

1960 - Sukarno breaks diplomatic relations
    with the Dutch and sets up the Army Strategic Reserve Command (Kostrad),
    a special military unit formed to recover West New Guinea, which is still
    occupied by the Dutch. Suharto commands the unsuccessful ‘Operation Mandala’
    to drive the Dutch out. Full-scale war is averted by a
    United
    Nations
(UN) and US-brokered settlement that sees the territory handed
    to Indonesia in May 1963. However, under the ‘New York Agreement’ the
    territory will have the right after five years to make an "act of
    free choice" to determine its future.

 

1961 - Suharto is posted to Army Headquarters
    in Jakarta. Following this posting, he embarks on his first overseas trip.

 

1962 - At the start of the year Suharto
    is promoted to major-general and placed in charge of the Diponegoro Division.

 

1963 - On 23 September Sukarno begins
    a confrontation with the newly formed state of Malaysia, across the Strait
    of Malacca to the north of Sumatra. The low-level conflict draws in Britain,
    the US and the Soviet Union and lasts until 1964, the so-called ‘Year
    of Living Dangerously’. Meanwhile, Suharto is made commander of Kostrad,
    which now acts as a special alert force.

 

1964 - Golkar (the Joint Secretariat
    of Functional Groups) is established by the military and backed financially
    and organisationally by the government.

 

1965 - Suspicions that the communists
    will attempt to take over the country are raised when the PKI, with Chinese
    backing, proposes to establish a "fifth force" of armed peasants
    and workers. The military divides into factions, with one group supporting
    Sukarno and the PKI, and the other opposed. Suharto, who is now army
    chief-of-staff, sides with the opponents.

 

On 30 September pro-communist military officers (the so-called September
    30 Movement) attempt to stage a coup d’état, allegedly to prevent
    a coup by their opponents in the military. Six anti-Sukarno generals and
    a lieutenant are kidnapped and killed by the pro-communists. Suharto,
    who had been informed of the anti-Sukarno coup plot but failed to head
    it off, leads a counter force that puts down the pro-communists and allows
    him to take control of the army.

 

The failure of the coup will result in widespread reprisals against the
    communists, although the role of the PKI in the coup attempt is unclear.

 

Suharto’s position is formalised on 16 October when Sukarno appoints
    him as minister for and commander of the army. Suharto subsequently orders
    the military to "clean up" the PKI.

 

PKI members and Chinese are targeted by the military, military-backed
    militias and violent mobs, with up to two million being murdered (most
    reports estimate the number at around 500,000). The military is purged
    of pro-Sukarno elements. Sukarno is now politically and militarily isolated,
    allowing Suharto to rise to ultimate power.

 

1966 - On 11 March Sukarno transfers
    supreme authority to Suharto, who quickly acts to introduce his ‘New Order’
    (Orde Baru). The PKI is banned on 12 March. PKI members are purged from
    the parliament. Labour organisations are banned and controls on the press
    are tightened. The confrontation with Malaysia is ended, relations with
    Western powers are reestablished, and ties with China are suspended. All
    power is centralised on Suharto, who is the final arbiter of all political
    decisions.

 

Overall spending on the military is increased, with some financial assistance
    coming from the US, and the armed forces are given a central and permanent
    role in civil governance and economic management, setting the ground for
    the later development of endemic corruption. Two new intelligence gathering
    agencies are established to prevent the reemergence of the PKI - the Operational
    Command for the Restoration of Security and Order (Kopkamtib) and the
    State Intelligence Coordination Agency (Bakin).

 

The military detains about 200,000 people allegedly involved in the attempted
    coup, with the detainees being divided into three categories. Those in
    ‘Group A’ (PKI leaders and associates "directly involved") are
    sentenced by military courts to death or long terms in prison; ‘Group
    B’ detainees (those less actively involved) are sent to prison, in some
    cases until 1980; those in ‘Group C’ (mostly rank and file PKI members)
    are generally released. Executions of detainees continue until as late
    as 1990.

 

1967 - On 12 March the House of Assembly
    strips Sukarno of all political power and installs Suharto as acting president.
    Sukarno is kept under virtual house arrest until his death on 21 June
    1970. During the year Indonesia joins with Malaysia, Thailand, the Philippines,
    and Singapore to form a new regional and officially nonaligned grouping,
    the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Indonesia’s diplomatic
    relations with China are broken and most Chinese-language newspapers are
    closed.

 

In August Suharto places all the divisions of the armed forces under
    his control. Full political control is also ensured when the Assembly
    agrees that the government will directly appoint one third of its members.
    Suharto handpicks judges, the governor of the central bank, the board
    of directors of each state-owned company and the chairman of the Security
    and Exchange Commission.

 

1968 - On 21 March Suharto is formally
    elected for a five-year term as president. He will remain in the position
    until 1998, standing unopposed for successive five-year terms in 1973,
    1978, 1983, 1988, 1993 and 1998.

 

1969 - Suharto honours the ‘New York
    Agreement’ and allows West New Guinea to vote on the UN-monitored "act
    of free choice" to determine if it wants to join the Indonesian Republic.
    The vote is carried but the method of the referendum throws the result
    into question. Rather than a general plebiscite the vote is restricted
    to 1025 selected community representatives. After the UN General Assembly
    ratifies the vote in November West New Guinea becomes the 26th province
    of Indonesia and is renamed Irian Jaya (Victorious Irian).

 

The local resistance, the Free Papua Movement (OPM), rejects the referendum
    result and begins an ongoing low-level insurgency, operating from sanctuaries
    along the border with neighbouring Papua New Guinea (PNG). The OPM advocates
    unification with PNG.

 

The Indonesian military establish a permanent presence in Irian Jaya
    to control the indigenous population, who become increasingly concerned
    by the influx of mainly Javanese immigrants brought in under the government’s
    transmigration program.

 

1970 - On 22 January student protests
    are banned following a series of demonstrations against corruption. In
    July a Suharto-appointed commission finds that corruption is widespread
    throughout government. The commission is shut down.

 

1971 - Golkar wins 62.8% of the vote
    in general elections held in July. It becomes entrenched as the dominant
    political force in Indonesia, winning 62.1, and 64.3 percent of the popular
    vote respectively in the general elections of 1977 and 1982. Other parties
    are marginalised and forced to amalgamate and have their activities restricted.

 

By 1973 there are only three political parties allowed to operate in
    Indonesia - Golkar, the United Development Party, and the Indonesian Democratic
    Party. Suharto directly appoints over 20% of the members of the House
    of Representatives. All Indonesia’s public servants are required to join
    a Golkar-controlled association and are compelled to vote for Golkar at
    elections.

 

1974 - A military coup in Portugal
    sees the installation of a new Portuguese Government determined to sever
    the ties with its colonies, including East Timor and the small enclave
    of Oecusse on the north coast of Timor. The decision divides the East
    Timorese population.

 

The Timorese Democratic Union (UDT) initially favours a continued association
    with Portugal. The Marxist Revolutionary Front for East Timor’s Independence
    (Fretilin) calls for full independence. When the UDT shifts its position
    the two groups join in an independence campaign. The Popular Democratic
    Association of Timor (Apodeti) favours integration with Indonesia and
    receives backing from the Indonesian Government, which also wants to see
    the province integrated.

 

Indonesia’s policy on East Timor hardens following a meeting in September
    between Suharto and Australian Prime Minister Gough Whitlam, who acknowledges
    that it may be best if the province joins Indonesia, if the East Timorese so wish.

 

1975 - The rise in the influence of
    Fretilin causes concern in Indonesia, which fears that East Timor may
    turn communist. On 28 November Fretilin proclaims the Democratic Republic
    of East Timor. The opposition groups call on Jakarta to intervene.

 

Indonesia invades on 7 December, landing forces at the capital Dili
    and at Baukau, 100 kilometres to the east, and installing a puppet government
    composed of members of UDT and Apodeti.

 

The occupation takes place with the blessing of US President
    Gerald
    Ford
and US Secretary of State Henry Kissinger,
    who meet with Suharto in Jakarta on 6 December, the day before the Indonesian
    troops are mobilised.

 

"I would like to speak to you, Mr President, about another problem,
    Timor. … Fretilin is infected the same as is the Portuguese Army with
    communism … We want your understanding if we deem it necessary to take
    rapid or drastic action," Suharto tells the visitors.

 

Ford replies, "We will understand and will not press you on this
    issue. We understand the problem you have and the intentions you have."

 

Kissinger says, "You appreciate that the use of US-made arms could
    create problems. … It depends on how we construe it; whether it is in
    self-defence or is a foreign operation. It is important that whatever
    you do succeeds quickly. We would be able to influence the reaction in
    America if whatever happens, happens after we return."

 

It is estimated that 60,000 East Timorese or 10% of the population are
    killed in the first two months of the invasion. All told, up to 250,000
    of East Timor’s 1975 population of about 650,000 will die as a result
    of the occupation, which will last for 24 years.

 

1976 - The extent of corruption within
    Pertamina, the national oil producer, is revealed when the company begins
    to default on debt repayments. The company’s total debt is estimated at
    more than US$10 billion.

 

1978 - Widespread student demonstrations
    against the regime result in a tightening of control over university campuses
    and the press.

 

1980s - Political and economic corruption
    emerges as a major issue. Ties to Suharto are seen as an essential prerequisite
    to doing business in Indonesia, with those in favour being given lucrative
    government contracts often at the expense of economic efficiency. Cronies
    of the regime use their positions for personal enrichment and to enhance
    their political power. Suharto’s six children use their privileged position
    to launch questionable business ventures.

 

Nevertheless, the number of Indonesians living in absolute poverty drops
    from 60% to 14% between 1970 and 1990.

 

1980 - On 5 May a group called the
    ‘Petition of Fifty’, composed of former generals, political leaders, academics,
    students, and others, calls for greater political freedom. The petition
    is not reported in the Indonesian media. Restrictions are placed on the
    signatories to the petition. The government takes no action on the concerns
    they have raised.

 

1982 - In September a new press-licensing
    scheme is introduced that allows the government to close down an entire
    publishing house for an unfavourable article published in a single newspaper
    or magazine.

 

1983 - A cease-fire agreement is signed
    between the Indonesian Government and Fretilin on 23 March, however, the
    Indonesian Army resumes its offensive on 31 August.

 

1984 - The ‘Petition of Fifty’ accuses
    Suharto of attempting to establish a one-party state. After riots against
    the regime break out in September a high level member of the ‘Petition
    of Fifty’ and former secretary-general of ASEAN is put on trial for antigovernment
    activities and sentenced to a 10-year jail term.

 

1985 - In August hundreds of alleged
    PKI supporters are removed from government jobs. Many PKI members imprisoned
    since the coup attempt of 1965 are executed.

 

1987 - Golkar wins the general elections
    held in April with an increased majority.

 

1990 - Resistance to Indonesian rule
    begins to resurface in the staunchly Islamic province of Aceh, in the
    westernmost part of Sumatra, spearheaded by the Free Aceh (Aceh Merdeka)
    separatist movement. The military are unsparing in their efforts to crush
    the separatists, with the number killed estimated to be about 5,000. The
    conflict continues throughout the 1990s, as does that in Irian Jaya.

 

1991 - On 12 November, at the Santa
    Cruz cemetery in Dili, Indonesian troops shoot and kill 271 unarmed Timorese
    attending the funeral of a young Timorese killed during an earlier demonstration.
    The so-called ‘Dili Massacre’ receives worldwide coverage.

 

The international community responds to the incident by suspending or
    threatening to suspend aid to Indonesia, prompting Suharto to appoint
    a national investigation commission to look into the incident.

 

The commission finds the army guilty of "excessive force".
    The senior officer in East Timor and his superior in Bali are replaced,
    three officers are dismissed from the army, and at least eight officers
    and soldiers are court-martialled. Four junior officers are sentenced
    to jail terms of between eight and 14 months. However, the punishments
    are relatively light compared to the harsh sentences meted out to the
    Timorese accused of instigating the incident.

 

1992 - At the general elections held
    in June Golkar is again returned with a massive majority.

 

1993 - In March the US begins to support
    critics of Indonesia’s rule in East Timor. The UN Human Rights Commission
    adopts a resolution expressing "deep concern" at human rights
    violations by Indonesia in East Timor. In May the administration of US
    President Bill Clinton
    places Indonesia on a human rights "watch" list. When Suharto meets
    Clinton in Tokyo in July concerns are raised about the East Timor human
    rights issue.

 

1994 - Talks between senior Indonesian
    Government figures and some Timorese resistance leaders are reported to
    take place in September. Talks between Indonesia and Portugal about East
    Timor also resume.

 

Towards the middle of the year Suharto indicates that he may not stand
    for a seventh term as president at the elections scheduled for 1998.

 

1996 - Rioting breaks out in Jakarta
    on 27 July after security forces seize the headquarters of the Indonesian
    Democratic Party, occupied since June by supporters of former party head
    Megawati Sukarnoputri, Sukarno’s daughter, following her ousting in a
    government-engineered takeover of the party.

 

1997 - In February Suharto visits
    Burma to finalise a deal on the construction of toll roads by a company
    run by his eldest daughter, Siti Hardiyanti Rukmana (’Tutut’). Most of
    the cars imported into Burma are manufactured by a company controlled
    by Suharto, whose second and youngest sons are also involved in business
    ventures in the country.

 

Golkar wins general elections held on 29 May, increasing its majority.
    The election takes place in an atmosphere of violence. Over 250 are estimated
    to have died in clashes before the poll, including at least 17 in East
    Timor, where the military clamp down on protesters following the vote.

 

According to the US State Department, "Parliamentary elections are
    tightly controlled by the Government of Indonesia. The electoral system
    severely limits political competition; Indonesian citizens do not have
    the ability to change their government through democratic means."

 

Towards the end of the year a financial and economic crisis in Asia sends
    shockwaves through Indonesia. Conditions attached to a multi-billion International
    Monetary Fund aid package see prices rise, causing widespread social discontent.
    The floating of the currency sees the value of the rupiah plummet. Inflation
    and unemployment soar and the flight of capital accelerates.

 

Meanwhile, a World Bank report estimates that at least 20-30% of Indonesian’s
    development budget over two decades has been embezzled for personal and
    political benefit.

 

In September Burmese dictator Ne
    Win
travels to Indonesia for talks with Suharto, who complains that
    the level of corruption in Burma is affecting his investments.

 

1998 - Riots break out across the
    Indonesian archipelago in February. In March Suharto stands for and wins
    a seventh term as president, despite earlier indications that he would
    step down. Students take to the streets in massive and sustained demonstrations
    calling on Suharto to resign and demanding political change.

 

At the same time, fresh riots shake Jakarta, with looters targeting Chinese
    businesses. The riots are quelled by the military but the largely peaceful
    student demonstrations are allowed to proceed. With the pressure mounting,
    Suharto finally relents, announcing his resignation on 21 May. He is replaced
    by his deputy, Jusuf Habibie.

 

1999 - In May
    Time Asia reports that the Suharto
    family fortune is worth an estimated US$15 billion in cash, shares, corporate
    assets, real estate, jewellery and fine art. US$9 billion of this is reported
    to have been deposited in an Austrian bank. The family is said to control
    about 3.6 million hectares of real estate in Indonesia, including 100,000
    square metres of prime office space in Jakarta and nearly 40% of the land
    in East Timor. Over US$73 billion is said to have passed through the family’s
    hands during Suharto’s 32-year rule.

 

2000 - Suharto comes under investigation
    for the corruption that occurred during his presidency. On 29 May he is
    placed under house arrest. In July it is announced that he will be charged
    under a 1971 anticorruption law. He is accused of embezzling US$571 million
    of government donations to one of a number of foundations under his control
    and then using the money to finance family investments. The trial is set
    to begin on 31 August but the case collapses on 28 September when a panel
    of court-appointed doctors find him permanently physically and mentally
    unfit to stand trial.

 

2002 - On 4 June it is reported that
    Indonesian state prosecutors will check on Suharto’s health with a view
    to possibly reopening the corruption case against him. Suharto had been
    spotted walking unaided and talking animatedly at a wedding in Jakarta.

 

A team of physicians examines Suharto on 18 June. They say they
    need to run more tests. On 12 August the doctors announce that Suharto
    is suffering from a non-specified "brain disease" that leaves
    him barely able to speak. A state prosecutor says it is now unlikely that
    Suharto will ever go to trial.

 

Meanwhile, on 26 July, Suharto’s youngest son, Hutomo ‘Tommy’ Mandala
    Putra, is found guilty and jailed for 15 years for organising the murder
    of the judge who in September 2000 sentenced him to 18 months for his
    role in a land scam. He is the first member of the Suharto family to be
    found guilty and jailed for any offence.

 

The young Suharto maintains his innocence but says he will not appeal
    the verdict or the sentence. He is incarcerated in Cipinang Penitentiary
    in a well-appointed three-room cell and is granted protection by his own
    bodyguards and the services of a personal secretary.

 

His wife, family and friends are allowed to come and go as they please and
    he makes frequent trips to Jakarta for health checks, reportedly spending
    at least a week of every month in the capital from December 2004 on. Later,
    he is permanently transferred to a jail in Jakarta, supposedly to allow easier
    access to medical care. It is also reported that he continues to conduct his
    business affairs while behind bars.

 

2003 - In January the Indonesian National
    Commission on Human Rights announces that it will conduct a wide-ranging
    inquiry into violations committed during Suharto’s reign. Beginning with
    an investigation into the massacre of communists that followed the alleged
    coup attempt in 1965, the 15-strong team will determine whether human
    rights violations took place; whether state policies provided a basis
    for rights violations; and whether Suharto was directly involved. The
    investigation is expected to take five months and could result in prosecutions.
 

 

2004 - In January the prospect that
    Suharto will face prosecution is reignited when Indonesia’s attorney-general
    orders that new medical tests be conducted to determine whether the former
    dictator is healthy enough to stand trial for corruption.

 

The development is reported to be a reaction to public concerns following
    the naming of Suharto’s eldest daughter, Siti Hardiyanti Rukmana (’Tutut’),
    as a candidate for upcoming presidential elections, and to perceptions
    that Suharto is currently in good health.

 

On 10 February the attorney-general’s office confirms that Suharto will
    made to undergo further examinations by a special medical team. "Recently,
    he (Suharto) met (former Malaysian leader) Mahathir and people received
    an impression that he was healthy," says spokesman Kemas Yahya. "We
    don’t know whether he is physically fir or not. That’s why he must be
    examined."

 

Suharto’s lawyer says that while his client is in good health physically
    "his disease becomes apparent when he is asked to speak, especially
    when he is asked to remember something."

 

Meanwhile, on 25 March the international anticorruption organisation
    Transparency International (TI) places Suharto at the top of a list of
    the world’s most corrupt political leaders of the past two decades.

 

According to TI, Suharto is alleged to have embezzled between US$15 billion
    and US$35 billion from Indonesia.

 

2005 - Suharto is admitted to the
    Pertamina Central Hospital in Jakarta on 5 May with "massive digestive
    bleeding" caused by diverticulosis. On 11 May he is allowed to return
    to his home, although he still requires intensive medical treatment.

 

Meanwhile, Tommy Suharto’s sentence for the murder of a judge is reduced by
    the Indonesian Supreme Court from 15 to 10 years. Remissions prune a further
    41 months from the sentence. Tommy Suharto is released on parole on 30 October
    2006. He has served less than five years of the original 15 year sentence.

 

On 28 November 2005 the East Timor Parliament is presented with a report by the
    Commission for Reception, Truth and Reconciliation in East Timor, an independent
    group set up in 2002 to investigate the killings committed during the Indonesian
    occupation.

 

According to reports in ‘The Australian’ newspaper and other media outlets, the
    2,500-page report finds that 18,600 East Timorese civilians were murdered or
    disappeared during the Indonesian occupation and between 84,200 and 183,000
    more died as a direct result of Indonesia’s policies. Indonesian police or soldiers
    were to blame for 70% of the 18,600 murders and disappearances.

 

The report is based on interviews with almost 8,000 witnesses from East Timor,
    statements from refugees in West Timor, Indonesian military documents and
    intelligence from international sources.

 

"The crimes committed in 1999 were far outweighed by those committed during
    the previous 24 years of occupation," the report says.

 

The Indonesian security forces "consciously decided to use starvation of
    East Timorese civilians as a weapon of war."

 

"The intentional imposition of conditions of life which could not sustain
    tens of thousands of East Timorese civilians amounted to extermination as a crime
    against humanity committed against the East Timorese population. …

 

"Rape, sexual slavery and sexual violence were tools used as part of the
    campaign designed to inflict a deep experience of terror, powerlessness and
    hopelessness upon pro-independence supporters. …

 

"The violations were committed in execution of a systematic plan approved,
    conducted and controlled by Indonesian military commanders at the highest level. …

 

"Members of the civil administration of Timor and national-level government
    officials, including (Indonesian) ministers, knew of the strategy being pursued
    on the ground, and rather than taking action to halt it, directly supported its
    implementation."

 

The report finds that the violence surrounding the 1999 independence vote was also
    part of a systematic plan approved, conducted and controlled by Indonesian military
    commanders to the highest level.

 

The report calls for reparations for victims of torture, rape and violence. It
    also recommends that this compensation be paid by Indonesia, Portugal and foreign
    nations that sold weapons to Indonesia and supported the annexation of East Timor.

 

According to the report, the mandate of the UN special crimes unit should be renewed
    to allow it to investigate and try human rights violations. The UN Security Council
    should also set up an international tribunal "should other measures be deemed
    to have failed to deliver a sufficient measure of justice and Indonesian persists
    in the obstruction of justice."

 

East Timor President Xanana Gusmao presents the report
    to the UN on 21 January 2006. He is due to deliver a copy to Indonesian President
    Suslio Bambang Yudhoyono on his way back from the UN but the meeting is cancelled
    by the Indonesian authorities.

 

2006 - At the end of April, following Suharto’s
    appearance at a relative’s wedding, Indonesia’s attorney-general calls for another
    medical examination to determine Suharto’s fitness to stand trial.

 

However, on 4 May, Suharto is admitted to Pertamina Central Hospital with
    intestinal bleeding. On 7 May he has surgery to stop the bleeding and remove 65
    centimetres of his colon. It is the fourth time he has had to seek hospital treatment
    for intestinal bleeding since May 2004.

 

Suharto undergoes corrective surgery on 19 and 24 May. He is released from
    hospital on 31 May.

 

Meanwhile, on 12 May, Indonesian Attorney-general Abdul Rahman Saleh announces
    that his office has closed a graft case against Suharto because "Suharto’s
    health is not good, his condition deteriorates." The final decision on
    whether the case will be completely dropped rests with President Yudhoyono.

 

However, at the start of June, Judge Andi Samsang Nganro rules that the
    Attorney-general’s office has acted illegally and orders that the case
    against Suharto "be reopened and continued."

 

An appeals court overturns the ruling at the start of August. A spokesman for
    the court says "the decision to drop the Suharto case was legally valid.
    … One of the considerations is that former President Suharto is suffering
    from non-fluent aphasia, which prevents him from communicating orally and in
    writing."

 

2007 - On 9 July Indonesian prosecutors lodge
    a US$1.5 billion civil lawsuit against Suharto to recover funds allegedly siphoned
    from the Supersemar educational foundation set up in 1974.

 

According to prosecutor Dachmer Munthe, "The suit was filed because evidence
    has been found that the funds gathered by Suharto and the foundation he chaired
    were not only used for scholarships … but in reality the funds were also used
    for other purposes."

 

The prosecutors allege that, beginning in 1978 and continuing until Suharto’s
    ouster, 85% of the money sent to the foundation was embezzled.

 

It is reported that Suharto will not need to appear in court for the proceedings.

 

The case begins on 9 August.

 

At the end of August Indonesia’s Supreme Court orders ‘Time’ magazine to
    pay Suharto US$106 in damages for defaming him in the May 1999 issue of
    Time Asia.

 

‘Time’ announces that it will appeal the ruling.

 

Meanwhile, Suharto is named as the worst embezzler in modern times by the
    Stolen Assets Recovery Initiative, a joint venture of the World Bank and the
    United Nations Office of Drugs and Crime. A report by the Initiative quotes
    the 2004 estimate by Transparency International that Suharto embezzled between
    US$15 billion and US$35 billion during his reign.

 

Comment:
    There is no doubt that the nascent Republic of Indonesia required strong
    and stable leadership to set it on a path of progress and development.
    And there is no doubt that this was always going to be difficult.

 

The country was catapulted from what was basically a feudal society to
    a democratic state in a matter of years. There was no tradition of multiparty,
    participatory government and no great familiarity or understanding of
    democratic institutions. There was, however, a legacy of brutal colonialism
    and a tradition of political corruption overlying a pervasive and ongoing
    cultural fatalism.

 

Someone like Suharto was necessary to ensure social cohesion in Indonesia,
    but that does not excuse his excesses - the mass killings, the breathtaking
    corruption, the refusal to step aside until his position became untenable,
    the suffocating paternalism that brought a nation to its knees.

 

Suharto is an embodiment of all that is worst in Asian despots of the
    20th Century. He combines the bloodthirstiness of Cambodia’s Pol Pot and the greed of the Philippines’
    Ferdinand Marcos.